ADVERTISEMENT

Jangan Sembarangan Robek Buku Tabungan, Ini Bahayanya

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 13:50 WIB
Video seorang pria merobek buku tabungan BRI viral di sosial media. Aksi tersebut dilakukan karena merasa saldonya terus berkurang.
Robek Buku Tabungan/Foto: Media Sosial
Jakarta -

Ramai di media sosial video pria yang merobek buku tabungan. Hal itu karena sang pria diduga kesal dengan saldonya yang terus berkurang. Apakah ada saksinya jika robek buku tabungan sembarangan?

Pemimpin Cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Tanjung Karang, Anton Purnomo mengatakan sejatinya buku tabungan merupakan salah satu barang pribadi milik nasabah. Karenanya, tidak ada sanksi yang akan didapat jika buku tabungan rusak, seperti dengan cara dirobek.

"Buku tabungan merupakan milik nasabah, sehingga penguasaannya sepenuhnya berada di tangan nasabah," kata Anton kepada detikcom, Senin (27/6/2022).

Meski begitu, Anton mengingatkan ada sejumlah hal yang harus diperhatikan jika buku tabungan rusak. Sebab, buku tabungan berisikan data perbankan pribadi nasabahnya. Karena itu, nasabah sebaiknya harus menjaga buku tabungan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sebagai contoh, jika ada nasabah yang merobek buku tabungan kemudian buku tabungan tersebut dibuang meskipun rekening masih aktif, maka tak menutup kemungkinan ada saja pihak yang tak bertanggung jawab memanfaatkan buku tabungan tersebut.

"Karena buku tabungan berisi mengenai data pribadi dan informasi perbankan, maka nasabah bertanggung jawab untuk menjaga data perbankan tersebut agar tidak disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," tuturnya.

Sebagai informasi, nasabah BRI yang videonya viral karena robek buku tabungan kini telah minta maaf. Nasabah dengan nama akun @anjaycol4 minta maaf lewat video klarifikasi di media sosial dan mengakui kecerobohannya.

Nasabah tersebut merobek buku tabungan karena kesal saldonya terus berkurang. Ia mengaku kaget videonya viral di berbagai media mainstream karena mengira video tersebut hanya beredar di TikTok saja.

"Berita saya sudah masuk media, saya berpikir berita itu hanya di sekitaran TikTok. Tapi saya cek di browser muka saya terpampang di (banyak) media. Sekali lagi saya minta maaf kepada pihak bank," ujarnya.

Nasabah tersebut menjelaskan kecerobohan dirinya membuat ia mengambil kesimpulan terlalu cepat dan tidak berpikir dulu 2 hingga 10 kali sebelum melakukan aksi robek buku tabungan.

"Saya begitu melakukan tindakan tanpa adanya berpikir, sehingga video saya sebarkan menyebabkan para netizen atau penonton kesal. Oleh karena itu saya minta maaf atas perbuatan saya yang tidak ada attitude kepada BRI Bandar Lampung Tanjung Karang," ujarnya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT