BI Minta Bank Terbuka dalam SE 2006
Selasa, 13 Jun 2006 13:12 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengimbau perbankan untuk mempermudah pemberian data dalam Sensus Ekonomi (SE) 2006."Kalau kami dari BI ke bank itu imbauan, tapi BPS punya hak untuk meminta informasi. Jadi ini koordinasi antara BI dan BPS," kata Direktur Statistik Ekonomi dan Moneter BI, Halim Alimsyah.Hal itu disampaikan Halim, di sela-sela acara sosialisasi SE 2006 di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (12/6/2006). Imbauan BI ini dikeluarkan berdasarkan penjelasan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengaku kesulitan mendata SE 2006 untuk kantor operasional perbankan.Ini terjadi karena belum adanya instruksi secara tegas dari kantor pusat masing-masing bank agar memberikan data untuk SE 2006.Menurut Halim, kondisi tersebut terjadi karena perbankan menganut sistem konsolidasi untuk kegiatan usaha yang semuanya tercatat dan terdata di kantor pusat. Makanya untuk mempermudah pencacahan ini BPS menganggap perlu melakukan koordinasi dengan BI."Sebenarnya ada jalan keluarnya. Kalau data atau aset yang diinginkan bank itu gampang. Nilai gedungnya, peralatan kantor, keuntungan di kantor cabang, semua itu bisa dipetakan," katanya.Sementara Kepala BPS DKI Jakarta Sunari Sarwono mengatakan, dalam minggu ini BPS juga akan melakukan pencacahan SE 2006 terhadap BI."Karena BI termasuk pada kegiatan usaha. BI kan juga memberikan pinjaman ke bank pemerintah jadi ada usaha disana," katanya.Hasil SE 2006 diharapkan bisa rampung pada 30 Juni 2006. Tujuannya untuk memetakan kegiatan usaha serta potensi usaha di suatu daerah.
(ir/)











































