ADVERTISEMENT

Titik Terang Gagal Bayar WanaArtha, Negosiasi Investor Baru Berjalan Mulus

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 03 Jul 2022 12:32 WIB
Nasabah asuransi jiwa WanaArtha Life berdemo di PN Jakarta Pusat. Mereka memprotes dibekukannya Sub Rekening Efek (SRE) atas nama PT. AJAW.
Nasabah asuransi jiwa WanaArtha Life berdemo di PN Jakarta Pusat. Mereka memprotes dibekukannya Sub Rekening Efek (SRE) atas nama PT. AJAW./Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Asuransi Jiwa Wanaartha (WanaArtha Life) mengumumkan bahwa proses kerja sama dengan investor baru sudah menemui titik terang. Diharapkan hal ini bisa menjadi harapan baru bagi nasabah untuk menyelesaikan masalah gagal bayar yang sudah dalam penjajakan serius dengan pihak manajemen.

Direktur WanaArthaLife Adi Yulistanto mengatakan progres negosiasinya kini sudah lebih dari 50%. Meski proses negosiasi masih berlangsung, sudah mulai ada dokumen-dokumen tertulis yang ditandatangani dan ditujukan kepada arranger dari calon investor.

Adi optimistis investor baru bisa segera diumumkan. "Kita harap segera, dengan asumsi dokumen-dokumen yang sudah ditandatangani bisa direspon positif oleh calon investor, mohon doanya," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (3/7/2022).

Dirinya menyampaikan, proses ini sudah mencapai 20% jika asumsi indikatornya adalah total proses dari penerbitan Lol, Proses Negosiasi, Presentasi & Inroductary Meeting di OJK, Skema & Penawaran, hingga Realisasi Pembayaran.

"Namun jika asumsi indikatornya hanya proses negosiasi agar investor dapat masuk ke perusahaan, maka dapat diindikasikan sudah lebih dari 50%. Jadi, tergantung dari mana kita melihatnya," kata dia.

Adi juga menyebut, pembayaran ke Pemegang Polis Prioritas sudah mencapai sekitar Rp 1,8 miliar. Bahkan, Direktur Operasional Wanaartha Life Ari Prihadi Atmosoekarto menambahkan, saat ini dengan adanya gelombang ke 4 pembayaran sudah melampaui angka Rp 3,250 miliar.

Menurut Ari, perusahaan membayar pada pemegang polis skala prioritas, yang terkait dengan kemanusiaan, seperti kematian, kecelakaan atau sakit. Pemegang polis prioritas saat ini sudah dibayarkan hampir 300 kali dengan empat gelombang.

Mengenai investor baru, pihaknya masih terus mematangkan perjanjian bersama broker investasi. "Masih ada satu poin yang belum sepakat, kita dari minggu lalu sudah dibicarakan terus, hari Senin malam masih komunikasi. Poinnya terkait kewajiban adanya success fee. Jadi, kalau semua masuk ya tidak apa apa, wajar ada sukses fee. Tapi kalau tidak goal ya, kalau ada investor lain mau masuk boleh saja," tuturnya di kesempatan terpisah.

Dia menyampaikan, masih ada dua kandidat investor lainnya. Hanya saja, proses koordinasinya belum intens. Sedangkan, khusus satu calon investor yang sedang berproses dengan pihaknya ini sudah lama berkoordinasi.

Terkait pemeriksaan polisi kepada manajemen WAL yang lama, Ari berkata hal itu terkait kesalahan manajemen. "Tapi kan masih perlu dibuktikan oleh penegak hukum, saat ini kita terus perbaiki. Tapi banyak juga kita butuh dana besar, dana investor diperlukan untuk memperbaiki ini," ujarnya.

Wanaartha Life belakangan memang kerap menyatakan tengah bernegosiasi setidaknya dengan 3 calon investor strategis, termasuk ketertarikan dari luar negeri.

Dalam sejumlah pemberitaan media pada awal Juni 2022, calon investor asal Singapura sempat disebut berminat oleh Kukuh K.Hadiwidjojo, Konsultan penyehatan Wanaartha Life. Calon investor dari Singapura yang dimaksudnya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang insurance technology (insurtech).



Simak Video "Nasabah WanaArtha Ngamuk Usai Sidang Vonis Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT