Wah! 50% Debitor Kakap Bank Mandiri Belum Beritikad Baik
Rabu, 14 Jun 2006 17:16 WIB
Jakarta - Kredit macet masih terus melilit PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Tercatat 50 persen kreditor dari 30 obligor besar masuk kategori tidak kooperatif."50 persen debitor masuk kategori belum beritikad baik," kata Direktur Special Assets Management Bank Mandiri, Riswinandi dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6/2006).Bank Mandiri mencatat total kredit macet Rp 27 triliun. Dari jumlah tersebut 60 persen disumbang dari 30 debitor besar. Akibatnya, total NPL gross perseroan per 31 Maret 2006 tetap tinggi sebesar 26,2 persen."Kalau 5 debitor saja bisa diselesaikan, NPL Bank Mandiri bisa normal kembali. Kita targetkan tahun 2007 NPL bisa 5 persen," kata Dirut Bank Mandiri, Agus Martowardojo.Agus menjelaskan, debitor dimasukkan dalam klasifikasi kooperatif jika yang bersangkutan bersedia memenuhi panggilan bank serta memberikan komitmen awal atas pemenuhan kewajibannya.Bank Mandiri juga melakukan review status debitor dalam empat kelompok yaitu, tidak memiliki itikad baik, belum memiliki itikad baik, mulai memiliki itikad baik dan sudah memiliki itikad baik.Dari 30 debitor yang ada, sebanyak 27 perusahaan masuk kategori diragukan dan macet (kelompok 4 dan 5). Sedangkan tiga lagi sudah keluar dan masuk kategori 3.Agus menjelaskan, beberapa debitor mengalami penurunan dan kenaikan status debitor. Seperti Kelompok Domba Mas Group yang memiliki kredit macet Rp 1,903 triliun, semula mulai beritikad baik tapi kini masuk lagi status belum memiliki itikad baik.Sebaliknya kelompok Argo Pantes Group dan Bosowa Group, yang semula berstatus belum beritikad baik kini menjadi mulai beritikad baik.Sementara tiga pengutang besar lain yaitu Raja Garuda Mas Group, PT Kiani Kertas dan Djajanti Group tercatat belum memiliki itikad baik."Debitor itu kadang mengaku tidak punya uang dan membangkrutkan perusahaan tapi disisi lain mereka punya aset di luar negeri. Ini namanya tidak beritikad baik," papar Agus.Ke-27 debitor kakap Bank Mandiri adalah: 1. Raja Garuda Mas Group, 2. PT Kiani Kertas, 3. Domba Mas Group, 4. Argo Pantes Group, 5. Bosowa Group, 6. PT Garuda Indonesia, 7. Djajanti Group, 8. A Latief Group, 9. PT Suba Indah Tbk, 10. PT Flora Sawita Chemindo.11. PT Pakerin, 1212. PT Semen Kupang (Persero), 13. PT Benang Sari Indahtexindo, 14. Batam Textile Industry, 15. Anugrah Lingkar Selatan, 16. PT Petrowidada, 17. Batavindo Group, 18. Kalimantan Energi Lestari, 19. PT Great River International Tbk, 20. PT Perkebunan Nusantara II (persero).21. PT Bina Mentari Tunggal, 22. PT Merpati Nusantara Airlines, 23. PT Gunung Meranti Group, 24. Top Jaya Group, 25. PT Kertas Kraft Aceh, 26. PT Sun Hope Investment dan 27. Bisma Narendra.
(qom/)











































