Pasar Obligasi Gampang Terguncang

Pasar Obligasi Gampang Terguncang

- detikFinance
Kamis, 15 Jun 2006 11:51 WIB
Jakarta - Meski obligasi sering dibeli untuk investasi jangka panjang, namun pasar obligasi di Indonesia masih gampang terguncang.Tidak adanya mekanisme harga patokan yang independen menjadi salah satu penyebabnya. Akibatnya, sedikit saja terjadi perubahan suku bunga dan rupiah, pasar obligasi mudah goyah."Saya lihat sedikit saja uang masuk harga obligasi akan naik dan yield akan turun, begitupun sebaliknya," kata Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan, Fuad Rahmany, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (15/6/2006).Maka itu Bapepam mengharapkan setelah pembentukan mekanisme price discovery yang independen, pasar obligasi akan lebih kuat dan stabil.Fuad menilai, perdagangan obligasi sangat memerlukan mekanisme price discovery karena pasar belum likuid meskipun nilai perdagangan cukup besar.Dicontohkan pada tahun 2004, perdagangan obligasi mencapai Rp 3,5 triliun per hari yang mengalahkan transaksi di pasar saham.Diakui Fuad, mekanisme price discovery yang ada sekarang tidak kredibel. "Kita pernah mendirikan inter dealer market, tapi ada masalah dan tidak berfungsi dengan baik."Saat ini, Bapepam mulai menyusun electronic trading platform dengan Bank Indonesia (BI) walaupun saat ini masih ada kendala teknis. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads