Skandal Investasi, Gubernur Bank Sentral Jepang Minta Maaf

Skandal Investasi, Gubernur Bank Sentral Jepang Minta Maaf

- detikFinance
Kamis, 15 Jun 2006 15:53 WIB
Tokyo - Gubernur Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) Toshihiko Fukui mendapat kritikan tajam terkait skandal investasinya. Di tengah desakan mundur, Fukui akhirnya meminta maaf.Fukui menghadapi kritikan tajam karena telah menempatkan dana sebesar 10 juta yen (US$ 87.700 dolar) ke dalam sebuah fund yang dikelola oleh Yoshiaki Murakami. Investor penuh kontroversi itu sudah ditangkap pada pekan lalu atas tuduhan insider trading."Pertama, saya ingin mengatakan, saya minta maaf telah mengganggu publik dengan kasus ini. Saya minta maaf dengan sepenuh hati," ujar pria berambut perak ini di depan anggota parlemen Jepang seperti dilansir AFP, Kamis (15/6/2006).Publik mencerca pria berusia 70 tahun ini karena tetap menempatkan dananya meski sudah menjadi orang nomor satu di otoritas moneter Jepang itu. Namun Fukui menegaskan, dirinya sama sekali tidak mengambil keuntungan dari dana yang ditempatkannya itu."Jika ada keuntungan, saya tidak punya rencana menggunakannya untuk diri sendiri. Saya ingin menggunakannya dengan cara yang disetujui oleh setiap orang," tambahnya.Ia juga mengaku setuju dengan seruan berbagai kalangan agar membawa Jepang sejalan dengan negara maju lainnya, sehingga menuntut pimpinan bank sentral terbuka soal investasi pribadinya.PM Jepang Junichiro Koizumi yang mendampingi Fukui tampak memberikan dukungan. Koizumi mengangkat Fukui sebagai Gubernur BoJ pada tahun 2003. "Saya pikir Gubernur Fukui telah menjelaskan sendiri dengan baik," ujarnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads