BNI Belum Mau Buka-Bukaan Soal Debitor Kakap
Jumat, 16 Jun 2006 16:56 WIB
Jakarta - Langkah Bank Mandiri yang membeberkan performa debitor kakapnya, belum akan diikuti oleh Bank Negara Indonesia (BNI). Namun BNI menilai positif langkah Bank Mandiri itu."Kan ada cara masing-masing. Orang tahu kalau kita bicara Raja Garuda Mas (RGM) juga bicara Bank Mandiri dan BNI," kata Dirut BNI Sigit Pramono, disela acara promosi bersama komputerku duniaku dengan Telkom, di Hotel Shangri-la, Jakarta, Jumat (16/6/2006).Yang jelas, ungkap Sigit, publikasi yang dilakukan Bank Mandiri terhadap debitornya, tidak menyebabkan proses negosiasi terputus. "Apalagi Bank Mandiri belum mengatakan lagi langkah setelahnya," kata Sigit.Menurut Sigit, proses negosiasi seperti dengan RGM dan bank sindikasi masih berjalan untuk membahas jumlah cicilan yang akan ditingkatkan. Sebelumnya, bank-bank sindikasi meminta RGM untuk meningkatkan cicilannya dari US$ 60 juta per tahun menjadi US$ 120 juta per tahun, mengikuti kenaikan harga pulp."Ketika direstrukturisasi harga pulp US$ 380 per ton sekarang dua kali lipatnya. Jadi kita minta debitor naikkan cicilannya," kata Sigit.Sigit juga mengatakan, kalau debitor menyambut positif terhadap usulan cicilan tersebut, maka kolektibilitas pinjaman bisa naik yang ujungnya menurunkan NPL.Sementara Corporate Secretary Bank Mandiri Ekoputro Adijayanto mengatakan, Bank Mandiri menilai RGM belum memiliki itikad baik terhadap usulan kenaikan cicilan tersebut. Saat ini RGM hanya membayar US$ 61 juta dengan asumsi harga pulp tahun 2002 US$ 300 per ton."Seharusnya debitor bersedia menaikkan nilai cicilan karena hal tersebut ada dalam poin perjanjian restrukturisasi," katanya.
(ir/)











































