ADVERTISEMENT

Banyak Negara 'Teriak' Gegara Inflasi, Krisis Pangan Juga Bikin Was-was

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 16 Jul 2022 11:00 WIB
Petani Argentina gelar aksi protes di depan Istana Presiden. Dalam aksinya, mereka membagikan lebih dari 30 ton sayuran secara gratis. Ini penampakannya.
Foto: AP Photo/Victor R. Caivano
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membuka pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di hari kedua ini. Dalam kesempatan ini, dia lebih dulu menjelaskan apa saja yang dibahas dalam pertemuan pertama kemarin.

Ia menjelaskan pada hari pertama pertemuan para Menkeu dan Gubernur Bank Sentral, banyak negara yang mengeluhkan soal kenaikan harga komoditas yang mendorong inflasi terus menerus.

"Banyak dari kita (negara) yang menyuarakan keprihatinan dan kebutuhan mendesak untuk mengatasi risiko kenaikan harga komoditas yang menyebabkan inflasi terus-menerus. Selain itu, banyak dari kita menggarisbawahi perlunya mengatasi masalah ketahanan pangan," ucapnya dalam pembukaan di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Sabtu (16/7/2022).

Kemudian, banyak juga negara yang menekankan agar krisis pangan perlu diatasi lebih cepat. Sebab, banyak negara yang tidak mampu bertahan akibat krisis pangan.

"Saya senang bahwa kami telah membahas beberapa elemen penting dalam mempromosikan arsitektur keuangan internasional yang lebih stabil dan tangguh. Ini termasuk memajukan diskusi kami tentang aliran modal, kerentanan utang, dan campuran kebijakan yang tepat terutama selama masa volatilitas tinggi dan tekanan pasar," jelasnya.

Lebih lanjut Perry mengatakan, pada hari kedua ini sebagai bagian dari upaya mengatasi dampak negatif pandemi COVID-19, dalam pertemuan akan dibahas juga pengaturan dan pengawasan keuangan melalui langkah-langkah respons COVID-19.

"Dan memantau perkembangan untuk mendukung pemulihan global dan menjaga stabilitas keuangan," ungkapnya.

Sementara ini, badan internasional yang dibentuk oleh negara G20, Financial Stability Board (FSB) telah menyampaikan laporan sementara tentang strategi keluar COVID-19 dan efek pada sektor keuangan serta memberikan rekomendasi kebijakan tentang strategi keluar dari pandemi itu sendiri.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT