ADVERTISEMENT

BI Mulai Jual Surat Utang Pemerintah Buat Jaga Stabilitas Rupiah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 19 Jul 2022 13:10 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia, lgo bank indonesia, bi, gedung bank indonesia di Jakarta
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) saat ini sedang menempuh langkah untuk normalisasi likuiditas. Hal ini sebagai bagian dari normalisasi kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Edi Susianto mengungkapkan setelah menaikkan rasio GWM yang implementasinya dilakukan secara gradual, BI juga memperkuat pelaksanaan Operasi Moneter Rupiah.

"Termasuk melalui penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder," kata dia, Selasa (19/7/2022).

Edi menjelaskan penjualan SBN tersebut bertujuan untuk menyerap kelebihan likuiditas di pasar keuangan sehingga dapat memperbaiki kondisi supply-demand terutama di pasar uang.

Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia mengutamakan penjualan SBN tenor pendek secara terukur dengan mempertimbangkan dinamika pasar.

"Kedepan, BI tetap akan memonitor dinamika likuiditas di pasar keuangan dalam rangka menjaga agar transmisi kebijakan moneter berjalan dengan efektif," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan di Reuters, BI menjual sebagian kepemilikan obligasi pemerintah di pasar sekunder.

Hal ini untuk juga dilakukan untuk menjaga stabilitas mata uang rupiah. DIsebutkan penjualan obligasi senilai Rp 390 miliar.

Penjualan juga terus dilakukan dan BI juga masih menjadi pembeli siaga dalam lelang obligasi pemerintah.

Tahun lalu memang BI sepakat untuk membli obligasi senilai Rp 224 triliun dengan suku bunga rendah pada 2022 untuk membantu pemerintah.

Hingga 14 Juli 2022 BI mengantongi total obligasi pemerintah senilai Rp 824,54 triliun. Angka ini tidak termasuk yang digunakan dalam operasi moneter dengan bank.

Sebelumnya Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut jika tahun 2022 bank sentral akan mengurangi likuiditas.

(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT