Himdasun Diarahkan Jadi Primary Dealer

Himdasun Diarahkan Jadi Primary Dealer

- detikFinance
Kamis, 22 Jun 2006 14:08 WIB
Jakarta - Setelah pelaporan transaksi obligasi diwajibkan dilaporkan ke Bursa Efek Surabaya (BES), Himpunan Pedagang Surat Utang Negara (Himdasun) kemungkinan akan diarahkan menjadi primary dealer atau market maker (pedagang utama).Namun pemerintah masih akan mengevaluasi kembali kelayakan Himdasun untuk dijadikan primary dealer. "Yang diharapkan (untuk menjadi market maker) tadinya Himdasun, tapi nanti kita lihat lagi. Kita akan evaluasi lagi Himdasun," kata Direktur Pengelolaan Surat Utang Negara Depkeu, Rahmat Waluyanto usai pre marketing Obligasi Ritel Indonesia (ORI) di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (22/6/2006).Rahmat mengatakan primary dealer akan menangani semua jenis SUN, termasuk Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang rencananya akan diterbitkan untuk menggantikan SBI 3 bulan.Market maker berperan sebagai pengatur risiko likuiditas dalam perdagangan surat utang di pasar skunder. Diperkirakan pembentukan primary dealer ini akan selesai tahun ini juga. Menurut Rahmat, sejak awal didirikan, Himdasun memiliki konsep untuk menjadi market maker. Namun konsep itu tidak berjalan karena pemerintah belum memberikan hak-hak dan kewajiban khusus kepada Himdasun sebagai market maker. "Saat ini kita tengah menyusun hak-hak kewajiban itu," tukasnya.Di negara lain market maker atau primary dealer memiliki hak-hak dan kewajiban khusus.Dalam kesempatan yang sama Dirjen Perbendaharaan Negara Depkeu Mulia P Nasution menyatakan, paling lambat primary dealer akan dibentuk triwulan IV-2006. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads