Asuransi Umum Hanya Tumbuh Kurang 10%
Senin, 26 Jun 2006 14:02 WIB
Jakarta - Pertumbuhan pendapatan premi asuransi umum tahun 2006 akan turun menjadi di bawah 10 persen. Sementara asuransi jiwa masih akan tumbuh sekitar 20 persen.Demikian disampaikan mantan Ketua Dewan Asuransi Indonesia, Hotbonar Sinaga di sela pengumuman peringkat asuransi terbaik versi Majalah Infobank di Hotel Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (26/6/2006)."Asuransi umum itu hanya 10 persenan tumbuhnya dalam 2-3 tahun terakhir. Kalau pertumbuhan ekonominya lemah yang sekarang masih 5-6 persen, pendapatan premi asuransi umum juga turun atau hanya sekitar di bawah 10 persen," kata Hotbonar.Ia menjelaskan, penurunan pendapatan premi asuransi umum terutama dipicu oleh asuransi umum yang berfokus pada sektor korporasi. Pasalnya, korporasi kini tengah mengalami kesulitan ekspansi akibat pertumbuhan ekonomi yang belum membaik.Penurunan pendapatan itu juga disebabkan oleh masih belum berjalannya fungsi intermediasi perbankan untuk membiayai sektor korporasi karena masih hati-hati dalam penyaluran kredit.Hotbonar menambahkan, penurunan pendapatan asuransi umum juga disebabkan oleh adanya perang tarif premi yang murah dan jumlah perusahaan asuransi umum dinilai terlalu banyak."Dengan 80 perusahaan itu, persaingan menjadi ketat. Mereka perang harga premi yang murah dan banting-bantingan," ujarnya.Untuk mengatasi permasalah tersebut, Hotbonar menyarankan agar ada satu harga rujukan yang ditetapkan oleh Menkeu sebagai regulator dan supervisi untuk perusahaan asuransi."Solusinya, pemerintah harus turun tangan, yakni dengan penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang menetapkan ketentuan tarif terhadap produk-produk yang terjadi kompetisi tidak sehat di situ," tandasnya.
(qom/)











































