BI Sindir Bank, Masih Kegedean Tarik Untung dari Bunga

ADVERTISEMENT

BI Sindir Bank, Masih Kegedean Tarik Untung dari Bunga

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 23 Agu 2022 16:33 WIB
Daftar Suku Bunga Dasar Kredit 10 Bank RI
Foto: Tim Infografis/Mindra Purnomo
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menyebutkan net interest margin (NIM) atau pendapatan bunga bersih bank di Indonesia saat ini masih tinggi.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyebutkan, meskipun rasio NIM perbankan nasional masih tinggi namun suku bunga kredit di perbankan sudah mengalami penurunan.

"Net interest margin (di perbankan Indonesia) masih cukup tinggi. Tapi memang, kita juga sudah keluarkan kebijakan, jika bank harus melaporkan SBDK mereka," kata dia dalam konferensi pers, Selasa (23/8/2022).

Dia menyebutkan saat ini tren suku bunga kredit di bank juga terus mengalami penurunan. Memang khusus untuk bank digital, suku bunganya masih lebih tinggi dari bank konvensional.

Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Statistik Perbankan Indonesia (SPI) per April 2022 disebutkan per April NIM perbankan tercatat 4,63%. Dengan rata-rata total aset produktif Rp 9.722,6 triliun.

Angka NIM ini tercatat naik dibandingkan periode akhir 2021 yaitu sebesar 4,51% dengan rata-rata total aset produktif Rp 9.710,1 triliun.

BI mencatat pertumbuhan kredit pada Juli 2022 tercatat sebesar 10,71% (yoy), ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan pada sebagian besar sektor ekonomi.

Pemulihan intermediasi juga terjadi pada perbankan syariah, dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 15,2% (yoy) pada Juli 2022. Dari sisi penawaran, berlanjutnya perbaikan intermediasi didukung oleh standar penyaluran kredit perbankan yang tetap longgar, terutama di sektor Industri, Pertanian dan Perdagangan seiring membaiknya appetite penyaluran kredit.

Suku bunga perbankan masih dalam tren menurun, meski dengan besaran yang semakin terbatas. Di pasar dana, suku bunga deposito 1 bulan perbankan turun sebesar 54 bps sejak Juli 2021 menjadi 2,89% pada Juli 2022.

Di pasar kredit, suku bunga kredit menunjukkan penurunan 53 bps pada periode yang sama menjadi 8,94%. Dari sisi permintaan, peningkatan intermediasi ditopang oleh pemulihan kinerja korporasi yang terus berlanjut, tercermin dari tingkat penjualan dan belanja modal yang tetap tumbuh tinggi, terutama di sektor Pertanian, Pertambangan, Industri, dan Perdagangan.

Konsumsi dan investasi rumah tangga yang membaik sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan optimisme konsumen juga mendukung peningkatan permintaan kredit perbankan. Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit UMKM tercatat sebesar 18,08% (yoy) pada Juli 2022, terutama didukung oleh segmen mikro dan kecil.

Lihat juga Video: Jokowi Peringatkan Kepala Daerah: APBD di Bank Masih Rp 193,4 T

[Gambas:Video 20detik]



(kil/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT