BSI Cetak Laba Bersih Rp 2 T

ADVERTISEMENT

BSI Cetak Laba Bersih Rp 2 T

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Kamis, 25 Agu 2022 19:40 WIB
Bank Syariah Indonesia
Foto: Angga Aliya Firdaus
Jakarta -

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp 2,13 triliun yang tumbuh 41,31% year on year (yoy).

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, kinerja BSI yang solid pada pertengahan tahun ini dipengaruhi oleh kemampuan perseroan menjaga keseimbangan seluruh rasio keuangan sehingga bertumbuh sehat dan intermediasi yang terus membaik. Hal tersebut mendukung profitabilitas BSI terus meningkat, dengan laba bersih tumbuh double digit menjadi Rp 2,13 triliun per Juni 2022.

"Dari isi profitabiliti kita melihat abhwa laba BSI meningkat tajam selama satu tahun belakangan ini juni to juni mencapai 2,13T pada juni 2022 atau mengalami pertumbuhan sebesar 41,31%," ujar Hery dalam Press Conference Pemaparan Kinerja PT Bank Syariah Indonesia Tbk Triwulan II 2022, Kamis (25/08/2022).

Tidak hanya itu, hal ini juga didukung oleh kepercayaan masyarakat melalui penempatan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 244,66 triliun, tumbuh 13,07% dengan proporsi DPK didominasi oleh tabungan wadiah, giro dan deposito. Kondisi ini mengantarkannya pada posisi Top 5 industri perbankan nasional.

"Memang driver utama pertumbuhan BSI adalah Dana Pihak Ketiga kita, khususnya BSI fokus pada tabungan wadiah yang merupakan tabungan khas perbankan Syariah. Kita bersyukur yoy tabungan wadiah kita tumbuh signifikan di 23,06% sehingga mencapai Rp 39,16 triliun," ujar Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho.

Lebih lanjut Ade menambahkan, kinerja yang solid dan sehat juga ditunjukan dari pertumbuhan aset sebesar 12,46% secara yoy menjadi Rp277,34 triliun. Selain itu, BSI juga terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dengan membaiknya biaya operasional (BOPO) menjadi 74,50%.

Adapun pembiayaan BSI secara keseluruhan juga mengalami peningkatan, yakni sebesar Rp 191,29 triliun tumbuh 18,55%. Segmen pembiayaan terbesar yang menyokong capaian tersebut di antaranya pembiayaan mikro yang tumbuh 31,13%, pembiayaan konsumer tumbuh 21,66%, pembiayaan wholesale tumbuh 20,34%, pembiayaan kartu tumbuh 22,87% dan gadai emas tumbuh 20,07%. Raihan ini juga didukung NPF Nett sebesar 0,74%. Adapun cash coverage BSI meningkat signifikan menjadi 157,93%.

Sementara itu kembali kepada Hery, ia mengatakan, untuk laba akhir tahun 2022 ini ia menargetkan di kisaran 30-35% dibandingkan dengan tahun lalu.

"Kalau ditanya berapa proyeksi pertumbuhan laba kit di akhir tahun ini mungkin akan bertahan di angka 30-35% barangkali, dibanding tahun lalu," ungkap Hery.

Mengenai faktor pendorongnya, Hery menjelaskan yang pertama ialah margin aset, sejalan dengan ekspansi pembiayaan yang sehat dan sustain dengan pertumbuhan aset yang kita canangkan di atas 12%. Kemudian yang kedua ialah perbaikan kualitas pembiayaan sehingga Npf mengalami penurunan sekitar 2,75%.

"Dana murah ya memang jadi salah satu strategi kita. Tadi sudah disinggung bahwa tabungan wadiah adalah salah satu inisiatif yang harus dilakukan ke depan,"

Tidak hanya itu, optimalisasi e-BIS juga menjadi salah satu langkah yang Hery sebutkan. Salah satu yang termasuk di dalamnya ialah transaksi treasury termasuk jual beli surat berharga. Ia mengatakan, beberapa hal tersebut, merupakan driver yang saling berkaitan.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT