Biro Informasi Kredit Diresmikan

Biro Informasi Kredit Diresmikan

- detikFinance
Kamis, 29 Jun 2006 13:02 WIB
Jakarta - Biro Informasi Kredit (BIK) akhirnya diresmikan. Para penyedia kredit pun bakal semakin mudah mendapatkan data seorang debitor. Harapannya, jumlah kredit bermasalah bisa semakin ditekan. Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan, data debitor yang lengkap dan terintegrasi dapat diakses secara online di BIK. Penyaluran kredit diharapkan bisa lebih hati-hati sehingga dapat mencegah bertambahnya kredit bermasalah yang pada akhirnya dapat menekan angka NPL perbankan."Setiap bank dan lembaga keuangan akan mudah mengakses seluruh eksposur debitor yang diinginkan. Sehingga langkah mitigasi terhadap risiko penanganan kredit bermasalah dapat segera diputuskan," kata Burhanuddin dalam peresmian BIK di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (29/6/2006).BIK akan menghimpun dan menyimpan data kredit serta mengolah, mempertukarkan dan mendistribusikannya sebagai informasi debitor. Data perkreditan dihimpun dari semua lembaga penyedia dana meliputi bank umum, BPR, lembaga pembiayaan termasuk perusahaan penyedia kartu kredit. Hingga saat ini jumlah debitor yang masuk BIK telah mencapai 16,3 juta. Dengan bantuan informasi debitor, bank dengan cepat menilai kelayakan seseorang apakah layak mendapat kredit. Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo menyambut baik kehadiran BIK yang diharapkan mampu memperbaiki manajeman risiko dari bank-bank pelapor. "Sehingga proses penyaluran kredit akan lebih baik dan dengan sistem ini kredit yang baru akan lebih hati-hati dan mencegah bertambahnya kredit bermasalah," tandas Agus. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads