Pemerintah Yakin ORI Laku Keras
Jumat, 30 Jun 2006 12:53 WIB
Jakarta - Pemerintah optimistis penawaran Surat Utang Negara (SUN) ritel ORI 001 dengan target indikatif Rp 2 triliun pada 2 Agustus nanti akan terserap cepat oleh masyarakat."Kalau lihat hasil pre marketing dan indikasi awal penawaran yang disampaikan calon agen penjual, kemungkinan target Rp 2 triliun dapat tercapai dengan mudah," Direktur Pengelolan SUN Depkeu, Rahmat Waluyanto.Hal itu disampaikan Rahmat usai penandatanganan penjualan ORI dengan 11 agen penjual, di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (30/6/2006).Meski demikian, ungkap Rahmat, pemerintah tetap bersikap hati-hati dalam penerbitan SUN ritel ini. Hal ini melihat pengalaman dari investor reksa dana pada tahun lalu yang mudah berubah dan gampang goyah termakan isu, hingga kemudian menjual investasinya secara besar-besaran.Menurut Rahmat, investor obligasi ritel tidak perlu khawatir investasinya bakal suram, karena investasi ini memberikan pendapatan tetap yang berbeda dengan reksa dana."Apa pun yang terjadi di market, pendapatan yang diperoleh di obligasi ritel itu tetap sama jumlahnya," katanya. Sementara Dirjen Perbendaharaan Negara Depkeu, Mulia P Nasution mengakui, penerbitan SUN ritel ini bisa dipandang oleh perbankan sebagai saingan produk bank.Namun pemerintah berupaya untuk tidak menyebabkan terjadinya risiko terhadap munculnya mobilisasi dana yang dapat mengakibatkan kesulitan kepada perbankan."Jangan juga program ini berdampak negatif dalam proyek kita memobilisasi dana masyarakat ke depan," ujar Mulia.
(ir/)











































