Geliat Bisnis Uang Kuno yang Nilainya Bikin Melongo

ADVERTISEMENT

Geliat Bisnis Uang Kuno yang Nilainya Bikin Melongo

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 02 Sep 2022 18:00 WIB
rupiah lama
Foto: Dok. Bank Indonesia
Jakarta -

Uang kuno bernilai jual tinggi walaupun sudah tidak laku lagi sebagai alat transaksi resmi. Semakin langka jenis yang dijual, maka akan semakin tinggi pula harganya.

Penjual sekaligus kolektor uang kuno bernama Anton Max mengatakan uang kuno yang bernilai jual tinggi adalah yang dicetak saat jaman penjajahan. Selain barangnya yang langka, uang tersebut jadi mahal karena menjadi saksi sejarah.

"Di Indonesia uang yang langka, yang mahal itu jaman penjajahan Belanda tapi yang dicetak di Batavia, Jakarta. Uang-uang itu yang jadi bukti, saksi sejarah yang bikin barang itu mahal padahal sudah nggak laku lagi karena jadi bahan rebutan," kata Anton kepada detikcom, Jumat (2/9/2022).

Anton mengaku memiliki koleksi uang kuno lengkap dari keluaran tahun 1945, termasuk uang logam rupiah khusus pecahan Rp 850 ribu tahun emisi 1995 yang baru ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia (BI) terhitung 30 Agustus 2022.

Dari 3 koleksi uang logam pecahan Rp 850 ribu yang dimiliki, kini tersisa 1 barang yang dijualnya dengan harga Rp 66 juta. Uang kuno seberat 50 gram tersebut menjadi mahal karena bahan bakunya terbuat dari emas murni.

"Itu uang peringatan 50 tahun kemerdekaan Indonesia, souvenir kepala negara sebenarnya, jadi memang beratnya pun 50 gram emas murni. Jadi bisa dihitung sendiri 50 gram emas murni sudah berapa. Ibaratnya datang ke toko emas saja sangat terhargai," kata Anton.

Mengacu pada data harga emas Indogold, saat ini harga jual emas 23 karat adalah Rp 846,242/gram. Jika dikalikan dengan bobot uang logam Rp 850 ribu yang seberat 50 gram, maka uang koin bergambar Presiden Kedua RI Soeharto itu seharga Rp 42,3 juta.

Itu baru harga dasarnya saja, belum mempertimbangkan nilai sejarah hingga kelangkaan dan tingkat permintaan terhadap uang koin emas tersebut sebagai barang koleksi.

"Jadi ibaratnya kalau harga mah nggak beda jauh dengan harga emas itu, bukan berarti uang Rp 850 ribu kita jual berapa juta, enggak, karena beratnya sendiri sudah cukup berat," bebernya.

Anton yang menjalani jual beli uang kuno sejak 2018 itu mengaku pembelinya berasal dari kolektor lokal dan luar negeri terutama Belanda.

"Pembeli kebanyakan kolektor lokal, tapi ada beberapa customer kolektor Belanda," kata Anton.

Anton memprediksi geliat bisnis jual beli uang kuno akan tetap eksis di masa mendatang. Apalagi hobi ini tidak perlu membutuhkan modal.

"Prospeknya cukup baik menurutku karena hobi uang kuno ini beda dengan hobi lain yang sebagian hobi kebanyakan habiskan uang, tapi kalau ini malah bisa menghasilkan," tandasnya.

(aid/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT