ADVERTISEMENT

PPATK Blokir 312 Rekening Terkait Judi Online Rp 836 M, Ada IRT hingga PNS

Anisa Indraini, Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2022 15:42 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah memblokir 312 rekening terkait judi online sepanjang 2022. Total isi rekening yang diblokir tersebut senilai Rp 836 miliar.

"PPATK sudah sejak lama melakukan analisis terkait judi online dan temuannya memang sudah luar biasa besar. Jadi total transaksi yang sudah dibekukan oleh PPATK di 2022 saja ada 312 rekening isinya Rp 836 miliar," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR RI, Selasa (13/9/2022).

Saat ditanya wartawan, Ivan menjelaskan rekening yang diblokir tersebut terdiri dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga (IRT), pelajar, pegawai negeri sipil (PNS), hingga pegawai swasta. "Ada semua oknum, IRT, mahasiswa, pelajar, orang swasta, PNS," bebernya.

Selain itu, ada oknum polisi juga diduga terdeteksi terima aliran dana judi online. Sayangnya Ivan tidak menjelaskan lebih rinci dan mengaku semua laporan sudah diserahkan ke Kepolisian untuk ditindaklanjuti.

"Kita masih melakukan analisis dan kita sudah berkoordinasi dengan Polri dan beberapa informasi sudah kita sampaikan ke Polri," ucapnya.

Ivan menyebut pihaknya telah melakukan 139 analisis yang hasilnya sudah disampaikan kepada aparat penegak hukum. Hal ini terkait laporan transaksi judi online dengan nilai mencapai Rp 155,46 triliun.

"Jadi transaksi yang dilaporkan ke PPATK itu sebanyak 121 juta transaksi, di dalamnya ada Rp 155.459.000.000.000. Sudah 139 hasil analisis yang sudah kami sampaikan ke aparat penegak hukum," jelasnya.

Simak juga Video: Kanit Reskrim Penjaringan Kena Patsus 30 Hari Terkait Judi Online

[Gambas:Video 20detik]




(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT