ADVERTISEMENT

BNI Cetak Laba Rp 8,8 T di Semester I, Janjikan Dividen Bisa Lebih Gede

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 13 Sep 2022 17:35 WIB
Ilustrasi Gedung BNI
BNI Cetak Laba Rp 8,8 T di Semester I, Janjikan Dividen Bisa Lebih Gede/Foto: Dok. BNI
Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mencatat laba bersih Rp 8,8 triliun pada semester I-2022. Angka ini naik 75% secara tahunan.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini menjelaskan atas capaian kinerja yang sangat baik tersebut, saham perseroan semakin mendapat apresiasi yang positif dari investor di tengah meningkatnya aliran masuk dana asing ke pasar saham nasional.

Dia menyebut pencapaian yang diraih merupakan hasil dari strategi pertumbuhan bisnis yang selektif dan prudent, serta konsistensi dalam eksekusi program transformasi yang berfokus pada perbaikan kualitas kredit dan manajemen risiko, percepatan transformasi digital, serta penguatan kinerja perusahaan anak.

"Strategi ini kami arahkan untuk membawa BNI menjadi bank dengan profitabilitas yang tinggi dan sustain, sehingga dapat memberikan manfaat semaksimal mungkin terhadap investor yang percaya kepada BBNI," katanya pada Public Expose Live 2022, Selasa (13/9/2022).

Novita optimistis pertumbuhan BNI akan tetap positif. BNI akan berupaya untuk meningkatkan Return on Equity (RoE) atau rasio laba yang dihasilkan bank dari modalnya hingga ke atas 18% pada tahun 2025.

"Dengan RoE per Juni 2022 sebesar 15,1%, maka ini berarti profitabilitas kami akan terus meningkat secara berkelanjutan," tegas Novita.

Untuk mencapai target tersebut, Novita memaparkan bahwa strategi pertumbuhan perseroan dalam tiga tahun ke depan akan fokus pada tiga hal. Pertama, pertumbuhan kredit BNI di segmen korporasi akan fokus pada nasabah blue chip dengan kualitas dan outlook kinerja usaha yang baik dan secara historis telah terbukti resilien dalam menghadapi gejolak perekonomian.

Kedua, pertumbuhan segmen UMKM yang mana BNI akan memperkuat pertumbuhan bisnis UMKM berorientasi ekspor, serta diaspora yang berada di luar negeri melalui program BNI Xpora dan pengembangan ekosistem dan solusi digital yang tepat bagi UMKM.

Ketiga, pertumbuhan bisnis segmen konsumer yang akan datang dari strategi cross selling dengan nasabah segmen korporasi dan UMKM. BNI akan fokus mengoptimalkan peluang bisnis seperti kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit tanpa agunan (KTA) dari pemilik bisnis maupun pegawai nasabah wholesale banking.

Novita menekankan BNI berkomitmen untuk memastikan target RoE ini dapat dicapai mulai dengan tahun ini. Terlebih, kinerja perseroan hingga semester II-2022 masih on track untuk merealisasikan pencapaian laba tertinggi dalam sejarah perseroan.

"Kami melihat ada korelasi yang kuat antara tingkat ROE dengan valuasi saham dari parameter Price-to-Book Value. Maka, harapannya valuasi saham BNI ke depan akan terus meningkat dan memberikan return yang optimal bagi pemegang saham," sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Novita menyampaikan susunan pengurus perseroan yang baru hasil dari RUPS Luar Biasa yang diselenggarakan 31 Agustus 2022 akan menjadi motor pendorong kinerja yang solid.

"Dengan susunan kepengurusan perseroan yang ada saat ini, kinerja BNI diharapkan semakin solid dan dapat tumbuh lebih optimal," imbuhnya.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT