ADVERTISEMENT

Suku Bunga BI Naik, Siap-siap Cicilan Makin Mahal!

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 06:51 WIB
ilustrasi THR
Foto: Dok.Detikcom
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga BI 7days reverse repo rate 50 bps menjadi 4,25%. Sebelumnya, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps.

Bunga acuan digunakan sebagai patokan untuk menentukan suku bunga dana dan bunga kredit. Kebijakan ini dilakukan beberapa saat setelah pemerintah menaikkan harga BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Beberapa ekonom menganggap kenaikan suku bunga adalah respon mengantisipasi lonjakan inflasi. Tekanan terhadap rupiah juga diprediksi akan berkurang.

"Justru kalau BI tidak menaikkan suku bunga acuan, dampaknya besar, dampak negatifnya besar. Dan itu mempengaruhi ekonomi yang ujung-ujungnya ditanggung oleh masyarakat," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (22/9/2022).

Meski demikian, kenaikan suku bunga acuan memberikan dampak lain kepada masyarakat. Berikut sederet dampak kenaikan suku bunga bagi masyarakat.

1. Nyicil Motor Makin Mahal
Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Tauhid mengatakan, suku bunga kredit untuk kendaraan akan mengalami kenaikan menyusul kenaikan suku bunga BI tersebut.

Menurutnya, jumlah orang yang mencicil motor, mobil atau rumah akan berkurang. Kelompok masyarakat itu akan mengalihkan fokus dan mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM.

Namun, dia menuturkan, penyesuaian kredit kendaraan yang masuk dalam suku bunga kredit konsumsi ini akan berjalan relatif lebih lambat. Dia mengatakan, kredit perbankan saat ini mulai tumbuh, sementara likuiditas bank masih longgar.

Hal itu membuat bank tidak segera melakukan penyesuaian suku bunga saat BI mengerek bunga acuan sebelumnya. Menurut Tauhid saat ini pertumbuhan kredit yang cukup tinggi ada pada kredit modal kerja dan investasi.

Sementara, Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menuturkan, bank akan melakukan penyesuaian bunga pinjaman dengan cepat. Meski, sebagian bank masih memiliki likuiditas yang gemuk.

"Untuk kredit konsumsi seperti KPR dan kredit kendaraan bermotor dalam beberapa bulan ke depan awan cukup gelap. Bank harus bersiap cari cara agar nasabah KPR masih tertarik meminjam. Misalnya promo bunga fix rate untuk KPR diperpanjang hingga 5 tahun," jelasnya.



Simak Video "Poundsterling Terjun Bebas ke Level Terlemah Dalam 37 Tahun Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT