DPR Wanti-wanti Bos BNI Jangan Sampai Data Nasabah Dibobol

ADVERTISEMENT

DPR Wanti-wanti Bos BNI Jangan Sampai Data Nasabah Dibobol

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 27 Sep 2022 17:10 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen
Jakarta -

Persoalan kebocoran data tengah menjadi topik yang hangat belakangan ini. Masalah ini juga disorot dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi XI DPR dan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Royke Tumilaar.

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Golkar Puteri Komarudin mengingatkan agar manajemen BNI menjaga keamanan data nasabah. Apalagi, perbankan merupakan industri jasa keuangan yang basisnya kepercayaan.

"Di tengah bocornya banyak data dari kementerian dan lembaga saya sangat berharap BNI dapat memitigasi semua risiko dari perkembangan teknologi yang ada," katanya dalam RDP, Selasa (27/9/2022).

"Jangan sampai juga data-data nasabah yang ada di Bank BNI bisa diperjualbelikan, karena kita tahu ada beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab juga yang mengklaim mereka sudah mempunyai data-data perbankan kita," sambungnya.

Ia juga meminta BNI untuk memperkuat investasi terutama di dalam infrastruktur, digitalisasi dan cyber security. Hal itu tak lain untuk menjaga keamanan data nasabah.

Sejalan dengan itu, Puteri juga meminta BNI untuk terus mengingatkan agar nasabah menjaga kerahasiaan PIN dan password. Sebab, masih banyak modus untuk menipu nasabah. Bahkan, nasabah yang berpendidikan tinggi pun juga jadi korban.

"Karena masih banyak sekali modus-modus yang bahkan bisa menipu orang yang pendidikan tingkat S1 sarjana ke atas. Kalau misalnya yang sarjana saja bisa tertipu dengan modus-modus tersebut apalagi kira-kira masyarakat yang tingkat pendidikan masih sampai dengan SD yang masih banyak tersebar di daerah pemilihan masing-masing," paparnya.

Keamanan nasabah juga disorot Anggota Komisi XI Fraksi Gerindra Gus Irawan Pasaribu. Ia mengungkap, belakangan ini masih terdengar beberapa nasabah berkurang tabungannya padahal tidak melakukan transaksi.

Menurutnya, perlu dibangun sistem keamanan yang tidak mudah dijebol. "Saya kira ini sangat penting, kita tahu perbankan lembaga trust sehingga itu sangat perlu dijaga untuk kemudian bisa memproteksi keandalan sistem dan keamanan data," ujarnya.



Simak Video "Pelaku Pembuat Website Palsu Pembelian Tiket Formula E Ditangkap!"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT