Waspadai 8 BPR Bisa Ambruk, LPS Siapkan Anggaran Khusus

ADVERTISEMENT

Waspadai 8 BPR Bisa Ambruk, LPS Siapkan Anggaran Khusus

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 06 Okt 2022 12:22 WIB
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menurunkan suku bunga penjaminan untuk simpanan rupiah dan valuta asing pada bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap, pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk membiayai jatuhnya 8 bank perkreditan rakyat (BPR) tahun ini. Namun, hingga saat ini belum ada BPR yang jatuh.

Menurutnya, hal itu menunjukkan ekonomi nasional membaik sehingga BPR pun terus tumbuh.

"Untuk tahun ini sebetulnya kita menganggarkan untuk membiayai skenario jatuhnya 8 bank BPR. Tapi sampai dengan bulan ini, sampai dengan hari ini belum ada BPR yang jatuh," katanya dalam webinar Kiprah LPS dalam Stabilisasi dan Penguatan Sektor Keuangan, Kamis (6/10/2022).

"Artinya keadaan ekonomi riil betul-betul membaik sehingga BPR pun bisa tetap bertumbuh atau melakukan bisnisnya dengan baik," tambahnya.

LPS memiliki peran untuk menjamin simpanan. Selain itu, LPS punya peran untuk mengurus bank bermasalah.

Dia menuturkan, dari tahun 2005 hingga September 2022, LPS telah membayar klaim simpanan sebesar Rp 1,46 triliun.

"Sebagai otoritas penjamin simpanan LPS telah melaksanakan fungsi ini dengan baik selama 17 tahun terakhir. Sejak tahun 2005 sampai September 2022, LPS telah membayar klaim simpanan senilai Rp 1,46 triliun atau sekitar 85,23% dari simpanan yang layak bayar," ujarnya.

Adapun syarat simpanan yang layak bayar ada 3 atau biasa disebut 3T. 3T itu yakni tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga tidak melebihi tingkat bunga pinjaman dan tidak melakukan tindakan yang merugikan bank seperti kredit macet.

(acd/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT