ORI VS Deposito, Tidak Ada Kanibalisme

ORI VS Deposito, Tidak Ada Kanibalisme

- detikFinance
Senin, 17 Jul 2006 13:24 WIB
Jakarta - Portofolio anyar Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dipastikan tidak akan membunuh produk perbankan seperti deposito.Meski menawarkan bunga yang lebih tinggi, ORI tidak akan mengurangi dana deposito karena dari sisi jumlah jauh lebih kecil."Nggak langsung kanibal karena jangka waktunya beda, kalau itu (deposito) sebulan-sebulan saja, ini kan 3 tahun," kata Senior Vice President (SPV) Head Treasury Bank Permata, Francis Indarto.Hal itu disampaikan Francis disela acara peluncuran ORI, di Aula Dhanapala Departemen Keuangan (Depkeu), Jalan Senen Raya, Jakarta, Senin (17/7/2006).Francis menjelaskan, antara ORI dan deposito memiliki pangsa pasar yang berbeda sehingga masyarakat pun akan selektif untuk memilih investasinya."Kalu dia punya dana satu bulan ya investasi untuk yang satu bulan, tapi mau jangka panjang susah. Kalau di reksa dana takut tidak terproteksi. Nah, ORI dengan bunga yang lebih tinggi tentu akan lebih menarik," paparnya.Francis menilai, peluncuran ORI saat ini sangat tepat seiring dengan turunnya suku bunga. Selain itu Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) juga telah menurunkan suku bunga penjaminan menjadi 12 persen.Sementara Dirut Bank Mandiri Agus Martowradoyo mengatakan, ORI tidak akan mempengaruhi produk bank terutama deposito karena jumlahnya hanya Rp 2 triliun."Kalau jumlahnya besar baru akan mempengaruhi produk bank," ujar Agus.Agus melihat, ORI berpeluang menarik dana WNI yang disimpan di luar negeri karena gain-nya lebih besar. Selain itu, asal-usul dana pun tidak perlu diusut. "Sumber dana tidak diusut darimana karena kan pemerintah perlu mengembalikan dana dari luar negeri untuk masuk," terang Agus. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads