BI Aktifkan Pasar Repo Obligasi November 2006
Rabu, 19 Jul 2006 17:12 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) rencananya akan mengaktifkan kembali pasar repo obligasi negara pada November 2006. Pengembangan pasar repo obligasi diyakini dapat menstabilkan harga obligasi negara. Hal tersebut disampaikan Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany, saat makan siang bersama wartawan di Graha Sawala, Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (19/7/2006).Seperti diketahui, pasar repo saat ini hanya diramaikan oleh industri perbankan. Sedangkan pelaku industri pasar modal masih enggan melakukan transaksi jual beli kembali (repo) obligasi negara karena terkendala masalah pajak.Sementara Master Repurchase Agreement (MRA) transaksi repo sudah resmi ditandatangani pada 15 Juni 2005. MRA ini dijadikan payung hukum bagi seluruh pihak yang melakukan transaksi jual beli kembali obligasi negara."Di saat pelaku pasar membutuhkan likuiditas karena pasar anjlok, mereka bisa me-repo-kan ke BI untuk mendapatkan likuiditas. Itu bisa dipakai untuk stabilisasi harga, terutama untuk market maker. Mereka bisa datang ke bank sentral," ujarnya.Pembukaan pasar repo merupakan bagian dari paket kebijakan sektor keuangan yang baru dirilis pemerintah.BI selama ini belum membuka pasar repo obligasi. Padahal di negara lain bank sentral sudah mempunyai pasar repo. "Jadi selama ini repo itu antar pelaku pasar, bank sentral belum," ujarnya.Selain pasar repo, alternatif lain untuk menstabilkan pasar obligasi adalah dengan dana pemerintah hasil buyback obligasinya. Namun hal ini tidak optimal mengingat dana yang tersedia sedikit.
(ir/)











































