Kesadaran Berasuransi Kurang, Klaim Asuransi Bencana Kecil
Kamis, 20 Jul 2006 14:36 WIB
Denpasar - Klaim asuransi kepada korban gempa dan stunami di Aceh, Nias, dan Yogyakarta sangat kecil. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengasuransikan jiwanya. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Eddy Berutu pada jumpa pers di sela-sela acara penghargaan bagi agen asuransi terbaik 2005 di hotel Sanur Paradise, Sanur, Denpasar, Kamis (20/07/2006). "Pemegang polis di Aceh, Nias dan Yogyakarta sangat kecil. Saat bencana terjadi kita sudah siap untuk membayarkan klaim kepada pemegang polis tetapi jumlah pemegang polis sangat kecil sekali," katanya. Hanya saja tidak disebutkan jumlah masyarakat dan besar uang yang dibayarkan bagi korban bencana gempa dan stunami yang mengasuransikan jiwanya. Kecilnya jumlah pemegang polis, kata Eddy, disebabkan oleh kecilnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti program asuransi. Padahal dengan masuk asuransi mereka akan mendapatkan santunan untuk memulihkan kehidupan ekonominya seperti sediakala. Dari 220 juta jiwa penduduk Indonesia diperkirakan jumlah penduduk miskin sebanyak 50 juta jiwa. Masyarakat yang mengasuransikan jiwanya sebanyak 30 juta, yang terdiri dari mengikuti asuransi secara pribadi sebanyak 5 juta dan masuk asuransi melalui perusahaan sebanyak 30 juta. Total premi asuransi dari berbagai perusahaan asuransi tahun 2004 mencapai Rp 18,3 Triliun, pada tahun 2005 Rp 21,8 triliun. Diperkirakan pada tahun 2006 premi asuransi akan meningkat mencapai 20-25 persen. Pertumbuhan asuransi per tahun hanya mencapai 10-12 persen.
(qom/)











































