Apa Bedanya Uang dengan Duit? Ini Asal Usul Katanya

ADVERTISEMENT

Apa Bedanya Uang dengan Duit? Ini Asal Usul Katanya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 15 Nov 2022 12:01 WIB
Petugas menghitung uang setoran tunai di Kantor Cabang Pembantu Bank BNI, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2012). File/detikFoto
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Dalam keseharian, pastinya kita sering menggunakan kata uang atau duit, namun tahu kah detikers bahwa ternyata kata yang sering kita gunakan ini memiliki pengertian dan asal-usul yang berbeda lho.

Menurut KBBI, uang didefinisikan sebagai alat tukar atau standar pengukur nilai (kesatuan hitungan) yang sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa kertas, emas, perak, atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu.

Sementara itu masih menurut KBBI, duit didefinisikan sebagai satuan mata uang tembaga zaman dulu (120 duit = satu rupiah).

Artinya secara pengertian terdapat perbedaan antara uang dengan duit. Uang merupakan alat tukar atau standar pengukur nilai yang sah, sementara duit merupakan satuan mata uang zaman dulu.

Meski demikian, dalam percakapan sehari-hari penggunaan kata "uang" atau "duit" tidak terlalu diperhatikan oleh kebanyakan orang karena memang kedua kata ini merujuk pada maksud yang sama, yaitu sebuah alat pembayaran.

Lantas bagaimana asal usul kata uang dan duit? Melansir dari laman qualitiva, berikut asal muasal kata duit dan uang sebagai alat pembayaran.

Uang dari Kata 'Wang' atau 'Daluwang'

Setidaknya, ada tiga sejarah penyebutan kata 'uang' di Indonesia.

Sebagian masyarakat percaya sebutan 'uang' asalnya dari kata 'wang' yang berarti alat pembayaran yang terbuat dari emas. Dahulu, masyarakat membayar dengan emas untuk barang yang mahal sedangkan perak, tembaga, besi, dan kuningan untuk barang yang lebih murah.

Ada pula yang mengatakan bahwa 'wang' diambil dari nama Wang An Shi, ahli keuangan dari Tiongkok. Saat itu, uang emas Tiongkok pernah ada dan menjadi alat pembayaran sah di Nusantara.

Seperti yang sudah diketahui, alat pembayaran sah pertama pada awal kemerdekaan Indonesia adalah ORI. Bahan utama ORI terbuat dari daluwang, kertas tradisional yang terbuat dari serat-serat kulit pohon dengan tekstur kasar. Makanya, masyarakat Indonesia juga ada yang menganggap kata 'uang' berasal dari 'daluwang' dengan penyebutan lebih singkat.

Duit dari Kata 'Doit'

Sementara itu, penyebutan 'duit' berasal dari kata 'doit' yang berarti uang koin kuno Eropa pada abad ke-14. Doit merupakan alat pembayaran sah berupa uang koin yang terbuat dari perak. Saat itu, doit menjadi satuan mata uang terkecil di Belanda, sama halnya seperti penny di Inggris.

Pada tahun 1726, para penjajah Belanda membawa masuk doit ke Nusantara, terutama Batavia. Semula, pemerintah Belanda harus mendatangkan doit langsung dari Belanda. Namun, mereka mengalami banyak hambatan saat pengiriman, padahal permintaan terus meningkat.

Sejak saat itu, pemerintah Belanda mengizinkan VOC mendirikan perusahaan pencetak doit di Batavia dan Surabaya. Umumnya, penggunaan doit atau uang recehan untuk upah para pegawai kecil. Makanya, para pegawai di Batavia semakin terbiasa dengan istilah tersebut.

Seiring berjalannya waktu, istilah doit berubah menjadi duit, menyesuaikan lidah kebanyakan masyarakat Indonesia. Bahkan, kata ini semakin meluas ke beberapa daerah di Indonesia karena adanya urbanisasi penduduk. Hingga kini, masyarakat sudah akrab dengan sebutan duit.

Lihat juga Video: RUU PPSK, Kripto: Aset atau Mata Uang

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT