ADVERTISEMENT

IPB Sosialisasi Biar Nggak Ada Lagi Mahasiswa yang Ketipu Pinjol

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 21 Nov 2022 15:42 WIB
Sosialisasi Bahaya Penipuan Berujung Jebakan Pinjol di IPB
Foto: Sosialisasi Bahaya Penipuan Berujung Jebakan Pinjol di IPB (Sylke Febrina Laucereno/detikcom)
Jakarta -

Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar sosialisasi ke mahasiswa untuk mencegah penipuan berkedok pinjaman online (pinjol). Dari pantauan detikcom ada sekitar 100an mahasiswa yang menghadiri sosialisasi ini.

Wakil Rektor 1 Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) Drajat Martianto mengungkapkan literasi keuangan baik mahasiswa dan seluruh civitas IPB tentu sangat penting.

Menurut dia mahasiswa juga perlu waspada investasi. "Dipicu kejadian oleh beberapa hari ini masih terus ada pemberitaan terkait 116 mahasiswa IPB dari total 304 mahasiswa di seluruh Jabodetabek, sesuatu yang masih kita dengar bahwa ada penipuan di situ," kata dia dalam sosialisasi di auditorium IPB, Senin (21/11/2022).

Dia menambahkan modus yang digunakan untuk menjerat mahasiswa IPB ini merupakan penipuan yang dilakukan secara sistematis.

Drajat mengungkapkan IPB terus melakukan introspeksi atas kejadian yang menimpa mahasiswanya. "Semoga ini adalah kejadian pertama dan yang terakhir untuk kita," jelas dia.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengungkapkan, modus itu mengiming-imingi 10% dana dari setiap transaksi.

Menurut Tongam, pelaku meminta mahasiswa membeli barang di toko online pelaku. Apabila mahasiswa tidak mempunyai uang, maka pelaku meminta mahasiswa meminjam secara online. Uang hasil pinjaman tersebut masuk ke pelaku, tapi barang tidak diserahkan ke pembeli, atau pembelian secara fiktif dari toko online pelaku.

Pelaku berjanji akan membayar cicilan hutang dari pemberi pinjaman tersebut, sehingga mahasiswa tertarik untuk ikut berinvestasi. Dalam perkembangannya, pelaku tidak memenuhi janjinya untuk membayar cicilan hutang, sehingga tenaga penagih melakukan penagihan kepada mahasiswa sebagai peminjam.

"Kasus ini bukan masalah pinjol, tetapi penipuan berkedok toko online dengan pembiayaan pembelian barang yang ternyata barangnya fiktif, tetapi uangnya mengalir ke pelaku," kata Tongam.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT