IMF: Kebijakan Suku Bunga BI Sudah Tepat
Senin, 24 Jul 2006 17:44 WIB
Jakarta - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menilai kebijakan suku bunga yang diterapkan Bank Indonesia (BI) sudah sesuai dengan jalur yang ada."Saya rasa BI sudah on the right track, menurunkan suku bunga dengan pelan-pelan, berdasarkan tingkat inflasi yang ada," kata Stephen B Schwartz, Senior Resident Representative IMF Indonesia.Hal itu disampaikan Schwartz, dalam acara The 2nd International Automotive Conference yang bertema 'Indonesian Automotive Industry and The Global Market Challenge' yang berlangsung di Hotel Hilton, Jakarta, Senin (24/7/2006).Bagaimanapun menurut Schwartz, ada risiko jika suku bunga dinaikkan atau diturunkan secara drastis. Maka itu kebijakan suku bunga harus diperhatikan untuk jangka panjang."Saya tidak bisa bilang BI harus turunkan suku bunga tiap bulannya berapa persen. Karena tergantung laju inflasi," kata Schwartz.Menurutnya, selain suku bunga, ada hal-hal lain yang mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini terlihat dari data yang menunjukkan naiknya suku bunga BI tidak serta merta diikuti naiknya suku bunga kredit. Contohnya, ketika BI rate naik 500 basis poin (bp), suku bunga kredit hanya naik 200 bp."Jadi menurut saya, yang lebih efektif untuk mendorong ekonomi adalah memotong pengeluaran pemerintah, dan kebijakan moneter tetap berpatokan pada inflasi," jelas Schwartz.Mengenai lesunya pasar otomotif Indonesia akibat tingginya suku bunga, Schwartz melihat, suku bunga kredit lembaga keuangan masih akan tinggi walau BI rate telah turun. Hal ini karena daya beli masyarakat masih rendah, terlihat dari tingginya Non Performing Loan (NPL) di kartu kredit."Jadi walau BI lebih agresif menurunkan suku bunga, tidak akan diikuti dengan penurunan suku bunga yang lainnya. Karena jika terlalu agresif, malah akan meningkatkan laju inflasi," tutur Schwartz.Schwartz mengaku, IMF tidak bisa memprediksi apakah BI rate akan turun hingga satu digit pada akhir tahun ini."Saya tidak memprediksi hal itu, dan IMF tidak melakukan hal itu. Tapi BI sudah bagus menurunkan suku bunga perlahan-lahan karena ada framework inflasi 7-9 persen yang harus dipenuhi," ujarnya.
(ir/)











































