Nasabah 'Sultan' Tarik Uang Gede-gedean, Bank Ini Terancam Rugi Rp 24 T

ADVERTISEMENT

Nasabah 'Sultan' Tarik Uang Gede-gedean, Bank Ini Terancam Rugi Rp 24 T

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 24 Nov 2022 08:55 WIB
Credit Suisse Pangkas Karyawan
Credit Suisse/Foto: Reuters
Jakarta -

Credit Suisse rugi besar dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Hal itu dikarenakan nasabah kaya mulai berpaling dari raksasa perbankan Swiss tersebut.

Credit Suisse memperkirakan rugi US$ 1,58 miliar atau Rp 24,65 triliun (kurs Rp 15.600) pada kuartal IV-2022. Nasabah kaya telah melakukan penarikan besar-besaran yang menyebabkan penurunan besar dalam likuiditas.

Chairman of Credit Suisse, Axel Lehmann mengatakan pemegang saham setuju atas rencana penggalangan modal 4 miliar Franc Swiss. Hal ini sebagai langkah positif dalam membangun Credit Suisse yang baru.

"Kami sepenuhnya fokus pada penerapan prioritas strategis kami," kata Lehmann dikutip dari Reuters, Kamis (24/11/2022). Dia menjanjikan masa depan Credit Suisse akan lebih cerah dan menguntungkan.

Credit Suisse mengatakan telah terjadi arus keluar aset sebesar 6% pada akhir kuartal III-2022. Divisi Wealth Management yang melayani nasabah kaya menyebut arus keluar telah membaik, tetapi belum berbalik.

Analis di Vontobel memperkirakan skala penarikan tersebut sekitar 84 miliar Franc Swiss. Akibatnya, bank terpaksa masuk ke buffer likuiditas, tergelincir di bawah persyaratan peraturan minimum tertentu.

"Arus keluar bersih besar-besaran di Wealth Management sangat memprihatinkan, terlebih lagi karena belum berbalik," kata Andreas Venditti dari Vontobel.

Venditti mengatakan bahwa rasio kecukupan likuiditas (LCR) bank sebagai tolak ukur keuangan telah turun secara besar-besaran menuju 100%. Credit Suisse mengatakan LCR harian rata-rata untuk kuartal IV-2022 adalah 140%.

Lihat juga Video: Kagetnya Gubsu Edy, Masih Ada Bank Salurkan KUR Bunga 6% ke UMKM

[Gambas:Video 20detik]




(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT