Winter Is Coming! Musim PHK Karyawan Asuransi Dimulai

ADVERTISEMENT

Winter Is Coming! Musim PHK Karyawan Asuransi Dimulai

Dana Aditiasari, Rumondang Naibaho - detikFinance
Rabu, 30 Nov 2022 11:45 WIB
Serikat Pekerja Jiwasraya
Foto: Rumondang Naibaho/detikcom
Jakarta -

Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) kini mulai terasa di industri asuransi. Itu setidaknya datang dari rencana PHK yang menyasar 'sisa-sisa' karyawan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kuasa hukum serikat pekerja Jiwasraya, Deolipa Yumara mengatakan, sedikitnya ada 189 orang karyawan tersisa yang akan terkena dampak PHK tersebut.

"Karyawan Jiwasraya yang ada ini mau diberhentikan. Karyawan yang masih ada, itu ada sekitar 189 orang karyawan. seratus delapan puluh sembilan karyawan ini sudah tergabung dalam serikat pekerja semua, karena mau 'dihabisi'," tutur dia saat konferensi pers di Hotel Diraja, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022) kemarin.

Ketua Umum Serikat Pekerja Jiwasraya, Hotman David, menolak langkah direksi memberhentikan karyawan.

"Ini sangat mengancam kelangsungan nasib para pegawai Jiwasraya dan familinya," kata David dalam kesempatan yang sama.

David menyebut wacana PHK karyawan itu mengacu pada keputusan Kementerian BUMN yang akan dilanjutkan dengan rencana penutupan Jiwasraya. Menurutnya, rencana rasionalisasi yang disampaikan direksi bertentangan dengan komitmen yang pernah disampaikan kepada karyawan. Di mana seluruh karyawan Jiwasraya akan dimigrasikan bekerja di IFG Life.

"Kenyataannya kami yang masih loyal dihadapkan dengan kenyataan akan diberhentikan," tuturnya.

David menilai migrasi yang dijanjikan direksi tidak adil. Di mana sebagian sejawatnya dimigrasi untuk bekerja di IFG Life, sementara sebagian lagi tidak.

Sementara itu, Sekjen Serikat Pekerja Jiwasraya Nugroho Eko Wibowo menuturkan pihaknya hanya memohon direksi menghargai masa kerja yang sudah dilalui. Dia menyakini perusahaan mampu membayar itu.

"Mohon juga ada penggantian ketika kami kehilangan pekerjaan. Kami sebagai penghuni terakhir yang dari yang ingin bermigrasi tetapi sudah tertutup pintu migrasinya dan juga harus ada penggantian," tutur Nugroho.

"Masih ada kok aset-aset di Jiwasraya, hanya keinginannya aset itu dipindahkan, tidak disisakan untuk karyawan," tambahnya

Nugroho menyatakan pihaknya berharap berkesempatan bisa bertemu dengan Menteri BUMN Erick Tohir. Sebab, menurutnya, arahan penutupan Jiwasraya selalu disebutkan berdasarkan Kementerian BUMN.

Simak Video: Terjadi Badai PHK di Sektor Ekonomi Digital, Ini Respons Sandiaga Uno

[Gambas:Video 20detik]




(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT