Kredit Bank di Sulsel Tumbuh 7%

Semester I-2006

Kredit Bank di Sulsel Tumbuh 7%

- detikFinance
Rabu, 26 Jul 2006 10:54 WIB
Makassar - Pertumbuhan kredit perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga semester I-2006 menujukkan angka yang lebih tinggi dari pertumbuhan kredit nasional. Kredit di Sulsel tumbuh 7 persen, sedangkan pertumbuhan kredit nasional periode Januari-Juni 2006 sebesar 2,4 persen.Sementara target pertumbuhan kredit nasional secara keseluruhan untuk tahun 2006 sebesar 18-20 persen.Tingkat rasio dana pihak ketiga terhadap penyaluran kredit atau loan to deposit ratio (LDR) di Sulsel pada semester I-2006 mencapai 86,13 persen."Sampai Juni 2006 kredit yang disalurkan sebesar Rp 16,25 triliun atau tumbuh sebesar 7 persen," kata Pimpinan Bank Indonesia (BI) Kantor Makassar, M Zaini Aboe Amin.Hal tersebut diungkapkan Zaini, disela seminar tentang peran ekspor Indonesia di Hotel Sahid, Makassar, Rabu (26/7/2006). Seminar tersebut diselenggarakan oleh Bank Ekspor Indonesia (BEI) dalam rangka pembukaan kantor cabang BEI di Makassar.Berdasarkan data BI Makassar, pertumbuhan kredit di Sulsel merupakan yang tertinggi untuk wilayah Pulau Sulawesi mencapai Rp 16,25 triliun. Disusul Sulawesi Utara dengan kredit yang disalurkan Rp 4,45 triliun dan terendah di Provinsi Gorontalo sebesar Rp 953 miliar.Kredit di Sulsel yang mencapai Rp 16,25 triliun, sebagian besar disalurkan ke sektor perdagangan sebesar Rp 4,98 triliun atau 30,68 persen.Diikuti sektor industri sebesar Rp 1,38 triliun atau 44,8 persen, modal kerja Rp 6,08 triliun atau 37,4 persen dan investasi Rp 2,89 triliun atau Rp 17,8 triliun.Sedangkan untuk kredit yang disalurkan ke UMKM tercatat Rp 9,67 triliun atau 59,5 persen dari total kredit."Berarti Makassar cukup meningkat daya serapnya tapi masih banyak sektor yang belum mendatakan pembiayaan kredit perbankannya," ungkap Zaini.Namun menurut Zaini, pembiayaan kredit untuk industri yang berorientasi ekspor oleh perbankan di Sulsel masih rendah. Pada tahun 2005 saja, jumlah kredit atau pembiayaan untuk sektor usaha berorientasi ekspor hanya mencapai Rp 358,8 miliar atau 2,21 persen dari total kreditTotal ekspor Sulsel pada tahun 2005 mencapai US$ 1,43 miliar atau naik 13,38 persen dibanding 2004. Komoditas utama yang dibiayai adalah nickel, kakao, hasil kayu dan olahan serta perikanan laut dan tambak. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads