BTPN Lepas 5-10% Saham IPO

BTPN Lepas 5-10% Saham IPO

- detikFinance
Kamis, 27 Jul 2006 17:50 WIB
Jakarta - Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) berencana melepas 5-10 persen saham dalam penawaran umum perdana (IPO) yang akan dilakukan akhir tahun 2006.Saat ini perseroan sedang dalam proses penyelesaian audit laporan keuangan sampai Juni 2006 dan membuat info memo.BTPN juga tengah melakukan beauty contest untuk mencari penjamin emisi IPO tersebut. Penjamin emisi yang dicari adalah yang mampu menawarkan saham ke investor di luar negeri. Demikian diungkapkan oleh Dirut BTPN Paulus Wiranata, disela acara peluncuran logo baru BTPN di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (27/7/2006).Dana hasil IPO akan digunakan untuk membangun outlet BTPN yang saat ini baru ada 371 unit."Kami hendak ekspansi ke kota-kota yang tidak berhadapan langsung dengan kompetitor besar. Selain itu, kami juga perlu investasi pada IT, juga investasi pada SDM," tambah Paulus. Sementara Komisaris Utama BTPN, Dorodjatun Kuntjoro-jakti mengatakan, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mencari tambahan dana melalui IPO.Paulus menjelaskan, total kredit BTPN yang disalurkan sepanjang 2005 mencapai Rp 3,233 triliun. Angka ini meningkat 22,33 persen dibandingkan 2004 sebesar Rp 2,643 triliun.Sementara total aktiva dan ekuitas BTPN pada 2005 masing-masing sebesar Rp 4,483 triliun dan Rp 741 miliar. Sedangkan total aktiva dan ekuitas BTPN pada 2004 masing-masing sebesar Rp 3,622 triliun dan Rp 623 miliar. Peningkatan kinerja BTPN, kata Paulus, juga terjadi pada pendapatan bunga yang mencapai Rp 761 miliar pada 2005. Angka ini meningkat 5,8 persen dibandingkan 2004 yang mencapai Rp 719 miliar. Pada 2005, BTPN mencatat Loan to Deposit Ratio (LDR) 92,11 persen, dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 20,70 persen. Sedangkan Non Performing Loan (NPL) gross 2,27 persen.Pemegang saham mayoritas BTPN yakni Admiro Corp yang merupakan perusahaan special purpose vehicle (SPV) Renaissance Capital Asia, yang kini menguasai 71,6 persen. Sementara sisanya dimiliki pemerintah sebesar 28,39 persen. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads