Begini Ramalan Industri Asuransi Tahun Depan di Tengah Ancaman Resesi

ADVERTISEMENT

Begini Ramalan Industri Asuransi Tahun Depan di Tengah Ancaman Resesi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 06 Des 2022 14:00 WIB
Ilustrasi asuransi
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

PT Sun Life Financial (Sun Life Indonesia) memproyeksi industri asuransi akan tetap kuat di tengah ancaman resesi global di tahun depan. Chief Distribution Officer Sun Life Indonesia Danning Wikanti mengatakan, diperlukan diversifikasi aset untuk berinvestasi di tengah tantangan global.

"Seperti yang diutarakan oleh para pakar keuangan, diversifikasi aset merupakan salah satu siasat investasi dalam menghadapi resesi karena bertindak sebagai check and balances atas kerugian yang terjadi selama resesi," ujar Danning dalam keterangannya, Selasa (6/12/2022).

Danning mengatakan, asuransi Sun USD Guaranteed untuk memberikan kepastian imbal hasil mata uang dolar AS sebesar 3,1% net per tahun. "Dilengkapi dengan proteksi jiwa, produk ini dapat menjadi alternatif solusi di tengah ketidakpastian perekonomian yang diprediksi akan terjadi di tahun mendatang," jelasnya.

Dia melanjutkan, asuransi Sun USD Guaranteed merupakan jawaban bagi nasabah yang membutuhkan perlindungan asuransi jiwa dengan kepastian imbal hasil tetapi memungkinkan mereka untuk memulai diversifikasi investasi.

Fleksibilitas yang ditawarkan oleh produk ini dan dipadukan dengan manfaat perlindungan jiwa sekaligus investasi di valuta asing menjadikan asuransi Sun USD Guaranteed selaras dengan tujuan keuangan banyak orang di masa-masa penuh ketidakpastian seperti saat ini.

Menurut Danning, asuransi Sun USD Guaranteed merupakan asuransi jiwa sekali bayar dengan mata uang dolar AS yang memberikan manfaat meninggal dunia dan manfaat akhir kontrak. Produk ini juga diharapkan memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk merencanakan keuangan dan diversifikasi aset, sehingga membantu keluarga mencapai tujuan finansial masa depan dalam mata uang yang kuat dan stabil.

"Krisis yang kita hadapi akibat pandemi COVID-19 telah menjadi momen pembelajaran yang sulit, di mana orang-orang mulai menyadari bahwa siapa pun dapat terdampak oleh risiko keuangan kapan saja," tambahnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT