Terungkap! Biang Kerok Izin Usaha WanaArtha Life Dicabut OJK

ADVERTISEMENT

Terungkap! Biang Kerok Izin Usaha WanaArtha Life Dicabut OJK

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 07 Des 2022 15:04 WIB
Direksi Wanaartha Life gelar konferensi pers
Foto: Shafira Cendra Arini
Jakarta -

Presiden Direktur WanaArtha Life Adi Yulistanto mengungkapkan beberapa alasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha perusahaan. Pencabutan izin tersebut telah dilakukan pada 5 Desember kemarin.

Diketahui, Adi beserta jajarannya baru menduduki posisinya di WanaArtha Life sejak Desember 2021. Ia mengatakan, permasalahan keuangan ini bersumber dari bos dan jajaran direksi lamanya.

Adi mengatakan, OJK menyatakan perusahaan tidak dapat memenuhi rasio solvabilitas (risk based capital) yang ditetapkan oleh OJK sesuai ketentuan yang berlaku. Bahkan, ketika menduduki posisinya, Adi menyebut, solvabilitas perusahaan mencapai -2.000%.

"Saat kami masuk pun di laporan keuangan 2020, sudah menyatakan minus 2.000% solvability-nya kan. Padahal peraturan OJK bilang 120%," ujar Adi, di depan Kantor WanaArtha, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022).

Kemudian, ia pun menjelaskan dengan logika sederhana. Semisal perusahaan menampung dana pemegang polis sebanyak Rp 10 triliun. Otomatis, dana yang dipegang perusahaan haruslah minimal 120%-nya yaitu Rp 12 triliun. Hal ini pun membuktikan perusahaan mampu memenuhi kewajiban pembayaran Rp 10 triliun tersebut.

"Artinya 120%, itu aturannya. Tapi dana nasabah misalnya Rp 10 triliun itu, asetnya malah minus 2.000%, bukan hanya minus 120%. Berarti kurang 2.000% untuk melunasi. Jangankan nol," katanya.

Karena itulah, menurutnya, yang dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan dan menyehatkan keuangan perusahaan ialah setoran modal baik dari pada pemegang saham maupun calon investor.

"Yang dibutuhkan adalah setoran modal baik dari para pemegang saham maupun calon investor. Selama tidak diberikan, sulit bagi perusahaan untuk disehatkan kembali," ujar Adi.

Tidak hanya itu, OJK pun juga menemukan adanya kondisi laporan keuangan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Adi mengatakan, laporan itu disampaikannya ke OJK berdasarkan temuan dari proses audit yang dilakukan auditornya.

Hasil audit laporan keuangan 2020 menunjukkan adanya kewajiban Rp 15,7 triliun dengan sebanyak 29 ribu nasabah tercatat. OJK juga sebelumnya menyebut, aset perusahaan hanya berada di angka Rp 5,68 triliun sehingga selisihnya mencapai lebih dari Rp 10 triliun.

Atas dasar hal inilah, OJK mencabut izin usaha WanaArtha di 5 Desember kemarin. Sementara, Kepolisian RI bahkan sebelumnya telah mengusut kasus dugaan kejahatan tersebut dan menyegel Kantor WanaArtha Life sejak September 2022 kemarin.

Lihat juga Video: Nasabah WanaArtha Ngamuk Usai Sidang Vonis Jiwasraya

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT