Perbankan 'Mati Langkah' Hadapi Rendahnya Pertumbuhan Kredit
Jumat, 28 Jul 2006 16:50 WIB
Jakarta - Pertumbuhan kredit hingga paruh tahun 2006 masih sangat rendah. Perbankan mengaku 'mati langkah' alias tidak bisa berbuat banyak menghadapi hal tersebut. Berdasarkan laporan BI, angka pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2006 baru mencapai 2,4 persen dari target pertumbuhan sebesar 18-20 persen."Kalau bank disuruh kasih kredit pun kalau permintaannya belum ada, ya tidak bisa," kata Ketua Perbanas yang juga Dirut BNI Sigit Pramono di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (28/7/2006).Hingga saat ini permintaan kredit dari sektor riil ke perbankan belum tampak. Oleh karenanya, Sigit meminta agar pemerintah, Bank Indonesia maupun perbankan harus berupaya agar sektor riil kembali bergerak. "Kalau mulai ada perusahaan-perusahaan yang membangun jembatan, jalan, infrastruktur, itu otomatis akan datang ke bank untuk minta kredit. Dan sekarang itu hampir tidak ada yang seperti itu," ungkap Sigit.Dengan masih lesunya sektor riil, lanjut Sigit, maka perbankan akhirnya hanya mengandalkan pertumbuhan kredit di sektor lainnya yang selama ini sudah ada sebelumnya seperti kredit konsumer.
(qom/)











































