Akhir 2006, NPL BNI Masih 10%
Senin, 31 Jul 2006 18:07 WIB
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan hingga akhir tahun 2006 rasio kredit macet atau (Non Performing Loan/NPL) akan turun menjadi sebesar 10 persen, dibanding semester I-2006 yang sebesar 16,58 persen.Penurunan NPL diharapkan akan terdorong oleh implementasi paket kebijakan sektor keuangan, yang membolehkan bank BUMN melakukan hapus buku dan hapus tagih. "Dengan implementasi paket kebijakan, akhir tahun 2006 kami memperkirakan NPL kita menjadi 10 persen," kata Dirut BNI, Sigit Pramono, disela-sela paparankinerja BNI semester I-2006, di Kantor Pusat BNI, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (31/7/2006).Disampaikan Sigit, walaupun sampai saat ini kebijakan tersebut belum diterapkan, namun BNI tetap terus melakukan upaya perbaikan NPL menjadi performing loan melalui program remedial R3 yaitu loan rescheduling, loan reconditioning, dan loan restructuring.NPL gross BNI hingga semester I-2006 ini mencapai 16,58 persen atau setaradengan Rp 10 triliun, yang meningkat dari periode yang sama tahun 2005 sebesar 12,96 persen. Sedangkan NPL nett yang pada semester I-2005 sebesar 7,82 persen kini menjadi 11,25 persen.Komposisi NPL BNI masih didominasi sektor korporasi yaitu 51 persen, diikuti segmen usaha menengah sebesar 28 persen, segmen usaha kecil dan mikro sebesar 14 persen, usaha konsumer 6 persen dan usaha syariah 1 persen.
(ir/)











































