Miranda: NPL Sedang Populer Terutama di Bank BUMN

Miranda: NPL Sedang Populer Terutama di Bank BUMN

- detikFinance
Rabu, 02 Agu 2006 15:53 WIB
Jakarta - Kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kini menjadi tren, terutama di kalangan bank BUMN. Bayangkan, dari NPL perbankan secara nasional, 70% di antaranya disumbang oleh bank BUMN.Hal tersebut ditegaskan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom usai seminar mengenai solusi hukum penyelesaian kredit bermasalah di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (2/8/2006).Saat ini, NPL perbankan secara nasional mencapai 8,8% untuk gross dan 5,1% secara netto. Dari angka itu, 70% disumbang oleh bank BUMN termasuk Bank Mandiri yang NPL-nya mencapai 24,9%."NPL Bank BUMN rumit, kompleks karena diperlakukan sebagai piutang Negara," tegas Miranda.Dengan perlakuan yang berbeda itu, lanjut Miranda, kinerja bank BUMN pun tidak bisa optimal. "Kinerja bank belum optimal jika NPL tetap tidak diselesaikan," imbuhnya.Untuk itu, lanjut dia, perlu dilakukan sejumlah 'perombakan' aturan revisi PP 14/2005 tentang penyelesaian piutang bank BUMN."BI sangat senang mendengar pendapat banyak pihak untuk merevisi PP tersebut. Saya secara pribadi menilai perlu ada revisi tersebut," jelasnya.Di tempat terpisah, Menkeu Sri Mulyani mengatakan bahwa revisi PP 14/2005 itu masih menunggu fatwa dari Mahkamah Agung. "Sebentar lagi," tandasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads