Dana Giro Bukopin Merosot Tajam

Dana Giro Bukopin Merosot Tajam

- detikFinance
Senin, 07 Agu 2006 13:52 WIB
Jakarta - Manajemen PT Bank Bukopin Tbk (BKBP) memperkirakan perolehan dana giro pada tahun 2006 bakal merosot tajam yang akan mempengaruhi keseluruhan dana pihak ketiga tahun ini.Perolehan giro diperkirakan turun 40 persen dari Rp 7,7 triliun per tahun 2005 menjadi Rp 4,62 triliun per 2006. Sedangkan pada tahun 2007 pencapaian giro diproyeksikan Rp 5,313 triliun per 2007.Akibat merosotnya perolehan giro ini, dana pihak ketiga (DPK) Bank Bukopin 2006 diproyeksikan ikut turun 13,08 persen menjadi Rp 17,546 triliun, dibanding tahun 2005 sebesar Rp 20,188 triliun. Sedangkan DPK tahun 2007 juga diperkirakan masih lebih rendah dari tahun 2005 sebesar Rp 20,178 triliun.Demikian proyeksi yang disampaikan Sekretaris Perusahaan Bank Bukopin Mulyana dalam penjelasannya ke Bursa Efek Jakarta (BEJ), Senin (7/8/2006).Manajemen Bank Bukopin tidak menjelaskan, penyebab rontoknya pendapatan giro ini. Bukopin memiliki dua produk dana giro yaitu Giro Bukopin dan Giro Smarta.Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan pemindahbukuan.Rata-rata suku bunga giro perbankan nasional dalam mata uang rupiah berkisar antara 0-5 persen. Suku bunga giro hampir menyamai suku bunga tabungan namun jauh dibawah deposito. KreditSementara untuk pertumbuhan kredit, Bukopin menargetkan sampai akhir tahun 2006 naik sebesar 9,66 persen menjadi Rp 14,950 triliun, dibanding tahun 2005 sebesar Rp 13,663 triliun. Sedangkan untuk tahun 2007, Bukopin menargetkan kredit yang disalurkan mencapai Rp 16,746 triliun.Proyeksi pertumbuhan kredit untuk tahun ini lebih rendah dari yang disebutkan sebelumnya oleh Direktur Utama Bank Bukopin, Glen Glenardi. Sebelumnya Glen mengatakan, tahun ini pertumbuhan kredit ditargetkan mencapai 15 persen.Sementara target laba bersih tahun 2006 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 315,041 miliar dan Rp 417,814 miliar. Kenaikan laba bersih ini seiring dengan proyeksi pendapatan bunga bersih yang meningkat menjadi Rp 1,172 triliun per 2006 dan Rp 1,347 per 2007, dibanding pendapatan bunga bersih tahun 2005 sebesar Rp 990,897 miliar.Target rasio kecukupan modal (CAR) di 2006 dan 2007 juga relatif stagnan di level 13,72 persen dan 13,51 persen. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads