BI Rate Turun 50 BP Berimplikasi Terjadi Capital Outflow
Selasa, 08 Agu 2006 13:44 WIB
Jakarta - Penurunan BI Rate hingga 50 basis poin dianggap cukup mengejutkan. Pasalnya, bank-bank sentral negara lain kini justru tengah berlomba menaikkan suku bunga. Implikasinya, capital outflow alias pelarian dana."Tapi BI cukup yakin bahwa dengan selisih suku bunga ini masih cukup menarik sehingga tidak memberikan tekanan pada capital outflow," kata pengamat ekonomi Fadhil Hasan kepada detikcom di sela-sela seminar di PRJ, Kemayoran, Jakarta, Selasa (8/8/2006).Fadhil mengaku dirinya cukup terkejut dengan keputusan BI tersebut. "Saya menduga 25 basis poin. Alasannya, karena kita masih mengalami berbagai faktor eksternal yang mungkin agak bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh BI," ujar Fadhil.Faktor eksternal tersebut tak lain adalah kecenderungan bank sentral negara lain yang justru terus menaikkan suku bunganya. Seperti diketahui, setelah Bank Sentral AS mengkampanyekan rangkaian kenaikan suku bunga selama dua tahun, Bank of Japan, Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris akhirnya ikut menaikkan suku bunga."Tapi dari indikator inflasi memang sudah saatnya BI menurunkan suku bunga," tambah Fadhil.Namun Fadhil menilai bahwa BI kemungkinan mempunyai pertimbangan lain yakni demi menggerakkan sektor riil mengingat suku bunga sudah terlalu lama tinggi. "Jadi ini langkah BI untuk mendorong sektor riil. Tapi saya harapkan ke depan harus lebih cermat karena adanya faktor eksternal," sarannya.Sementara Pejabat Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu mengatakan, perbankan diperkirakan akan segera menyesuaikan penurunan BI rate ini."Kalau kita lihat memang masih ada ruangan untuk menurunkan BI rate. Dan saya kira itu akan berdampak bagus buat fiskal dan ekonomi kita karena ia akan mengurangi beban bunga obligasi," ujarnya saat ditemui di Gedung BI.
(qom/)











































