Tukang Becak Bobol Rekening Rp 345 Juta, Bos BCA: Ini Kasus Pencurian Data

ADVERTISEMENT

Tukang Becak Bobol Rekening Rp 345 Juta, Bos BCA: Ini Kasus Pencurian Data

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 20 Jan 2023 17:30 WIB
BCA paparkan hasil kinerja keuangan sepanjangan tahun 2021. Diketahui, pada 2021 penyaluran kredit untuk sektor-sektor berkelanjutan mencapai Rp154,4 triliun.
Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja (Foto: Dok. BCA)
Jakarta -

Seorang nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) rekeningnya terkuras oleh tukang becak hingga Rp 345 juta. Tukang becak itu menipu teller dengan menyamar menjadi pemilik rekening.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengungkapkan jika hal tersebut merupakan penipuan. Di mana pelaku yang menyamar membawa KTP asli pemilik rekening, membawa buku tabungan dan nomor PIN. Kemudian dia juga bisa menirukan tanda tangan.

"Ini kasus pencurian data nasabah, karena nasabah lalai, kejadian begini 1 banding 10 juta dan pelaku sudah ditangkap," kata dia kepada detikcom, Jumat (20/1/2023).

Jahja mengungkapkan, BCA bisa sebagai saksi. Karena itu nasabah juga harus berhati-hati dalam menyimpan KTP, PIN dan buku tabungan.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan kasus dimaksud saat ini sedang dalam proses persidangan di Pengadilan.

"Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan sehingga BCA belum dapat menyampaikan tanggapan terkait materi atau pokok perkara, namun kami yakin dan percaya bahwa sistem peradilan dan fungsi penegakan hukum dapat memberikan keadilan dalam menyelesaikan kasus ini," kata Hera.

Dia mengungkapkan, keamanan data nasabah merupakan prioritas utama dan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karenanya BCA menyarankan agar nasabah senantiasa mengamankan data tersebut sebaik mungkin untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan atau penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Hera mengungkapkan, keamanan data nasabah merupakan prioritas utama dan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karenanya BCA menyarankan agar nasabah senantiasa mengamankan data tersebut sebaik mungkin untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan atau penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

BCA mengimbau kepada semua nasabah BCA untuk TIDAK MEMBERIKAN DATA YANG BERSIFAT RAHASIA kepada pihak manapun (termasuk kerabat atau orang terdekat), seperti:

  • Personal Identification Number (PIN)
  • One Time Password (OTP)
  • Password
  • Response KeyBCA
  • Card Verification Code (CVC) atau Card Verification Value (CVV)

"BCA senantiasa berkomitmen memberikan layanan yang terbaik kepada nasabah dan terus meningkatkan kualitas keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi," jelas dia.

(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT