Fakta-fakta Surat Utang Baru yang Diterbitkan Pemerintah

ADVERTISEMENT

Fakta-fakta Surat Utang Baru yang Diterbitkan Pemerintah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 22 Jan 2023 10:15 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Pemerintah menerbitkan Savings Bond Ritel (SBR) dan memberikan kupon atau imbal hasil hingga 6,35%. Begini cara belinya.

Pemerintah menawarkan Saving Bond Ritel (SBR) dengan dua tipe yakni SBR012-T2 dan SBR012-T4. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto mengungkapkan jika surat utang ini memiliki tenor 2 tahun dan 4 tahun.

Dengan dua jenis ini maka investor bisa membeli surat utang ini dengan jumlah yang lebih besar. Suminto menyebutkan untuk tenor 2 tahun masyarakat bisa membeli nominal Rp 5 miliar, untuk SBR tenor 4 tahun bisa membeli Rp 10 miliar setiap investor.

"Tentu diperkenalkan, fitur baru ini tenor lebih panjang dan jumlah lebih besar untuk memenuhi kebutuhan investor ritel kita," ujar dia dalam peluncuran SBR012, Sabtu (21/1/2023).

Suminto menjelaskan untuk SBR ini memberikan imbal hasil yang kompetitif. Kemudian dari sisi perpajakan dikenakan tarif pajak yang lebih rendah dari instrumen keuangan yang setara seperti deposito yaitu 10%. Saat ini pajak deposito 20%.

"Kami harap SBR 012 maupun SBN ritel selanjutnya pada tahun ini tetap terus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk melakukan pemesanan dan pembelian SBN ritel kita baik melalui perluasan mitra distribusi dan kemudahan akses transaksi secara online," ujarnya.

Sekadar informasi, SBR ritel mendapatkan sambutan dan antusiasme yang baik dari masyarakat. Jumlah yang berhasil diterbitkan Rp 107 triliun yang menjangkau 186 ribu investor. Angka ini tumbuh 42% dibanding tahun sebelumnya. Dalam investor baru pertubuhan lebih tinggi yaitu 52%.

Cara Beli

Registrasi

Proses pendaftaran Calon Investor melalui Sistem Elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis), dengan menginput data-data antara lain, data diri, nomor SID (Single Investor Identification), nomor Rekening Dana dan nomor Rekening Surat Berharga. Bagi Calon Investor yang belum memiliki nomor SID, rekening dana, dan/atau rekening surat berharga, dapat menghubungi Midis.

Pemesanan

Setelah registrasi berhasil, Calon Investor melakukan pemesanan SBR012 dengan sebelumnya membaca ketentuan dalam Memorandum Informasi. Pemesanan hanya dapat dilakukan pada saat masa penawaran SBR012-T2 & SBR012-T4.

Pembayaran

Setelah pemesanan diverifikasi (verified order), Calon Investor mendapatkan kode pembayaran (billing code) melalui email/sms sesuai kebijakan masing-masing Mitra Distribusi.

Kode pembayaran digunakan untuk penyetoran dana investasi melalui Bank Persepsi (teller, ATM, internet banking, mobile banking)/ Pos/ Lembaga Persepsi Lainnya dalam batas waktu yang ditentukan.

Konfirmasi

Setelah pembayaran, Calon Investor akan memperoleh NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara) dan notifikasi completed order serta akan memperoleh alokasi SBR012-T2 & SBR012-T4 pada tanggal setelmen/penerbitan.



Simak Video "BPJS Ketenagakerjaan Investasikan Mayoritas Dana JHT ke Surat Utang Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT