Heboh Tukang Becak Bobol Rekening, Bagaimana Prosedur Tarik Uang di Teller BCA?

ADVERTISEMENT

Heboh Tukang Becak Bobol Rekening, Bagaimana Prosedur Tarik Uang di Teller BCA?

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 24 Jan 2023 13:43 WIB
Bank BCA optimis mengedepankan pelayanan maksimal jelang Natal dan Tahun Baru demi mengantisipasi kebutuhan perbankan nasabah.
Tarik Tunai di Teller BCA/Foto: Dok. Bank BCA
Jakarta -

Seorang tukang becak di Surabaya berhasil menggasak uang ratusan juta rupiah dari rekening nasabah BCA dengan cara mengambil langsung ke teller. Si teller tertipu oleh tukang becak tersebut karena dikira sebagai pemilik rekening yang asli.

Penasaran, memang bagaimana prosedur menarik uang di teller cabang bank BCA?

Berdasarkan informasi yang didapat detikcom dari Hallo BCA, nasabah yang hendak menarik atau mengambil uang di teller bank perlu menyiapkan sejumlah persyaratan. Salah satunya buku rekening.

"Apabila ingin melakukan tarikan tunai di Teller Cabang BCA maka silakan dapat datang ke Cabang BCA yang ingin dituju dengan membawa buku rekening (untuk jenis rekening yang diberikan fasilitas buku rekening), Kartu ATM BCA dan e-KTP asli," jelas Hallo BCA kepada detikcom, Selasa (24/1/2023).

Penarikan uang di teller BCA tidak dikenakan biaya jika nominal yang diambil di bawah Rp 100 juta. Sedangkan jika mengambil uang dengan nominal Rp 100 juta atau lebih maka ada prosedur lain.

"Jika melakukan transaksi penarikan uang tunai di Cabang BCA dengan nominal besar (lebih dari atau sama dengan Rp100.000.000) tanpa konfirmasi ke cabang yang bersangkutan pada satu hari sebelumnya, akan dikenakan biaya Rp 100.000," jelas Hallo BCA.

Lebih lanjut, seluruh transaksi antara nasabah dan BCA dapat dikuasakan, kecuali transaksi-transaksi yang memerlukan kehadiran nasabah dan tidak dapat dialihkan dengan kuasa. Seperti pembukaan/penutupan rekening nasabah individu, aktivasi PIN atas kartu, dan lainnya.

"Transaksi dengan Surat Kuasa di Teller dapat dilakukan untuk transaksi setoran maupun tarikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing transaksi," jelas informasi Halo BCA.

Surat Kuasa Khusus di teller berlaku untuk transaksi tarikan. Surat Kuasa ini diberikan secara selektif kepada nasabah tertentu sesuai pertimbangan cabang BCA, misalnya nasabah yang sudah dikenal baik, atau nasabah yang sudah biasa melakukan transaksi penarikan di cabang menggunakan jasa orang lain seperti kurir.

Berikut ini ketentuan pengajuan penggunaan Surat Kuasa khusus di Teller:

• Nasabah dapat mengajukan lebih dari 1 Surat Kuasa khusus untuk 1 rekening yang sama di cabang berbeda.
• Pengajuan lebih dari 1 Surat Kuasa untuk 1 rekening yang sama di Cabang yang sama akan mengugurkan Surat Kuasa yang dibuat sebelumnya.
• Nasabah boleh menggunakan 1 Surat Kuasa untuk beberapa rekening yang berbeda di cabang yang sama.
• Cabang pelaksana transaksi adalah cabang dimana nasabah mengajukan Surat Kuasa khusus.
• Surat Kuasa Khusus hanya berlaku di cabang yang tertera dalam Surat Kuasa.
• Dalam setiap transaksi, nasabah wajib membubuhkan tanda tangan terlebih dahulu di slip transaksi.

Syarat pengajuan penggunaan Surat Kuasa khusus di Teller sebagai berikut:

• Mengisi Surat Kuasa Khusus yang disediakan oleh BCA.
• Menyertakan KTP-el pemilik rekening dan KTP-El penerima kuasa.
• Verifikasi PIN pemilik rekening.
• Disetujui oleh pejabat minimum Kepala Layanan atau Wakil Kepala KCP.

"Pemberian otorisasi transaksi yang diwakilkan orang lain dilakukan seperti pemberian transaksi pada transaksi normal. Sampai batas limit tertentu dapat dilakukan langsung oleh petugas, tetapi jika melebihi limit harus mendapat persetujuan pejabat sesuai dengan wewenang dalam surat pengangkatannya," tutup Halo BCA.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT