Begini Cara Bank Daerah Hadapi Kenaikan Suku Bunga dan Bayang-bayang Resesi

ADVERTISEMENT

Begini Cara Bank Daerah Hadapi Kenaikan Suku Bunga dan Bayang-bayang Resesi

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 24 Jan 2023 17:33 WIB
Hari Pelanggan Nasional 2020 diperingati di seluruh Kota di Indonesia, salah satunya di Kota Bandung, Jawa Barat.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Mengawali tahun 2023, institusi perbankan di Tanah Air tengah menyiapkan strategi untuk memperkuat sekaligus meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka. Tantangan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan resesi global membuat PT Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank Bjb) menyiapkan sejumlah cara untuk menjaga kinerjanya.

Selain itu, Bank Bjb juga mendorong penyaluran kredit tidak hanya menyasar segmen pemerintahan, tetapi menggarap segmen lainnya secara selektif. Tujuannya agar dapat mendorong laju pertumbuhan bisnis dengan kualitas yang terjaga.

"Bank bjb saat ini mengelola ekosistem keuangan pemerintah daerah di Jawa Barat juga Banten, belum lagi ditambah anak usaha seperti Bank Bjb Syariah dan Bjb Sekuritas sehingga memperluas dan memperkuat ekosistem termasuk bank pembangunan daerah yang akan tergabung dalam KUB dengan kami. Melalui pengembangan produk atau jasa berbasis teknologi yang tepat didukung oleh ekosistem yang besar dan kuat, maka dapat mendorong pertumbuhan fee based income di masa yang akan datang," ujar Direktur Utama Bank Bjb Yuddy Renaldi, Selasa (24/1/2023).

Lebih jauh Yuddy mengatakan, dampak kenaikan suku bunga acuan BI tentu saja dirasakan bank pembangunan daerah. Kendati demikian, dalam upaya mengantisipasi kondisi tersebut perlu dilakukan pengelolaan aset dan liabilitas dengan baik agar marjin bunga tetap terjaga.

Menurutnya, berbekal pengalaman tahun 2022, Bank Bjb tercatat terus tumbuh secara positif meskipun situasi ekonomi masih berada dalam masa transisi pemulihan pasca pandemi. Kinerja positif inilah yang akan diimplementasikan dalam menghadapi tantangan di tahun 2023.

"Kami sangat berterima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan serta Bank Indonesia yang telah tanggap mendorong berbagai kebijakan di sektor keuangan dan perbankan, sehingga dapat membantu terciptanya iklim yang kondusif di 2022 silam," ungkap Yuddy.

"Selain itu, kami juga berterima kasih kepada seluruh pemegang saham, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemegang saham terbesar yang telah memberikan dukungan berarti bagi bank bjb, sehingga kami bisa terus tumbuh positif sepanjang 2022," lanjutnya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT