BI Rate Turun, KPR Kapan?

BI Rate Turun, KPR Kapan?

- detikFinance
Selasa, 15 Agu 2006 14:56 WIB
Jakarta - Kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) kini tak lagi jadi monopoli perhatian pelaku pasar. Konsumen yang menjadi debitor bank pun kerap harap-harap cemas menebak arah suku bunga.Keluarnya keputusan BI yang menurunkan BI rate hingga 50 basis poin menjadi 11,75 persen pada 8 Agustus lalu, disambut sukacita debitor bank yang berharap tagihan juga ikut turun."Saya berharap bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) saya turun lagi seperti semula yang 1,1 persen per bulan. Tidak seperti sekarang sangat membebankan harus membayar 1,4 persen per bulan," kata Sarah seorang nasabah KPR BNI.Namun reaksi perbankan dinilai konsumen sangat berbeda saat ada pengumuman kenaikan BI rate dan saat penurunan BI rate.Ketika BI rate naik, kalangan perbankan dinilai sangat reaktif untuk segera menaikkan bunga kredit.Namun ketika BI rate turun, belum ada tanda-tanda kapan bunga kredit termasuk KPR bakal menyusut.Seperti Bank Tabungan Negara (BTN), hingga kini belum bisa memutuskan apakah akan menurunkan bunga KPR atau tetap seperti saat ini."KPR turun kalau BI rate turun, tapi tingkat bunga dana pihak ketiga juga harus turun karena menyangkut cost of fund, sekarang suku bunga KPR belum turun," kata Dirut BTN Kodradi di sela acara publik ekspose obligasi di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (15/8/2006).Kodradi memperkirakan, perbankan baru akan menurunkan suku bunga KPR jika ada indikasi BI rate terus turun dan suku bunga pihak ketiga juga turun.BTN yang merupakan salah satu pemain terbesar di bisnis KPR kini rata-rata menawarkan bunga sebesar 14 persen.Sementara Bank Bumiputera baru akan memutuskan tingkat bunga KPR-nya pada 22 Agustus mendatang. Bank yang kini mayoritas sahamnya dimiliki ICB Malaysia itu, masih akan menghitung biaya dana (cost of fund) jika harus menurunkan bunga kredit."Tapi memang seharusnya jika BI rate turun, cost of fund akan turun dan bunga kredit termasuk KPR bisa ikut turun," kata Mortgage Loan Group Head Bank Bumiputera Ferial Fahmi ketika dihubungi detikcom.Begitu juga dengan Bank Central Asia (BCA), yang untuk sementara tetap akan menggunakan tingkat bunga KPR saat ini."Sementara bunga KPR belum turun. Mudah-mudahan bulan depan," kata Direktur Keuangan BCA Jahja Setiaatmadja kepada dihubungi detikcom.Menurut Kodradi, saat ini banyak suplai rumah yang tersedia namun karena permintaan masih rendah, pertumbuhan KPR tidak terlalu signifikan pada tahun ini. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads