Cadangan Devisa RI Bakal Naik 24% Tahun 2006
Rabu, 16 Agu 2006 11:15 WIB
Jakarta - Meski sudah membayar separuh utangnya ke IMF, namun cadangan devisa Indonesia malah semakin mantap. Hingga akhir tahun 2006, cadangan devisa Indonesia diperkirakan mencapai US$ 43 miliar, atau berarti naik 24 persen.Pada akhir tahun 2005, cadangan devisa Indonesia mencapai US$ 34,7 miliar. Pada Juni 2006, pemerintah Indonesia membayar separuh utang ke IMF atau sekitar US$ 3,75 miliar.Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan Pidato Kenegaraan dan Nota Keuangan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2006)."Setelah mempercepat pembayaran pinjaman ke IMF pada Juni tahun ini sebesar US$ 3,8 miliar, posisi cadangan devisa kita diperkirakan mencapai US$ 43 miliar hingga akhir tahun meningkat 24 persen dari posisi US$ 34,7 miliar pada tahun 2005," jelas Presiden SBY.Dengan membaiknya kinerja neraca pembayaran, baik dari arus barang dan jasa maupun arus modal dan penguatan posisi cadangan devisa, telah menyebabkan nilai tukar rupiah tetap terkendali kendati masih bergerak fluktuatif."Meski demikian, kita masih perlu terus mewaspadai kemungkinan terjadinya pergerakan dinamis nilai tukar antarmata uang global sebagai akibat dari koreksi terhadap ketidakseimbangan global," jelas SBY.Dengan stabilitas nilai tukar rupiah itu, lanjut Presiden, inflasi akhirnya bisa dibawa ke tingkat yang lebih rendah. Hingga Juli 2006, laju inflasi mencapai 3,3 persen, jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,09 persen.
(qom/)











































