Kelulusan Peserta Ujian Sertifikasi Manajemen Risiko Turun
Senin, 28 Agu 2006 12:43 WIB
Jakarta - Tingkat kelulusan peserta ujian Sertifikasi Manajemen Risiko pada Agustus turun dibandingkan periode sebelumnya yang rata-rata mencapai 80 persen.Peserta yang mengikuti ujian ini selama Agustus mencapai 1.892, namun yang lulus hanya 1.343 atau hanya 70,98 persen. Sementara sisanya, 549 peserta tidak lulus."Rata-rata tingkat kelulusannya selama ini 80 persen. Tapi terakhir untuk Agustus kemarin agak turun, hanya 70,98 persen. Sehingga kalau dirata-rata, untuk empat kali periode itu hanya sekitar 76 persen," kata GM Badan Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) Gandung Sulistyantoro di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (28/8/2006).Ia menjelaskan, turunnya tingkat kelulusan itu karena kualitas sumber daya manusia yang mengikuti ujian semakin turun. Sehingga bila dilakukan tes dengan tingkat kesulitan yang sama, peserta mengalami kesulitan.Berdasarkan data BSMR, untuk klasifikasi bank berdasarkan kepemilikan pada Juni 2006, persentase kelulusan untuk ujian tingkat 1 pada bank pemerintah mencapai 81 persen, bank swasta nasional mencapai 84 persen, bank asing 89 persen, bank campuran 87 persen dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) hanya 59 persen.Menurut Gandung, rendahnya angka kelulusan itu dari BPD karena soal yang diberikan pada ujian itu memang menggunakan Bahasa Inggris dengan standar internasional.Ujian Sertifikasi Manajemen Risiko yang diadakan BSMR merupakan bagian kebijakan BI yang tertuang dalam PBI no 8/9/PBI tahun 2006. Tujuannya tak lain untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan memiliki kompetensi di bidang manajemen risiko dan standar profesi yang baik untuk meningkatkan SDM dan manajemen risiko di Indonesia.
(qom/)











































