Manajemen Risiko Operasional Bank Harus Ditingkatkan

Manajemen Risiko Operasional Bank Harus Ditingkatkan

- detikFinance
Senin, 28 Agu 2006 17:10 WIB
Jakarta - Perbankan Indonesia diminta meningkatkan manajemen risikonya terutama di sektor operasional. Dengan demikian, penerapan manajemen risiko perbankan akan lengkap sesuai dengan keinginan Bank Indonesia. "Operational risk itu yang penting dan harus diperhatikan. Perubahan dinamika di banking sector itu semakin dinamis," kata Direktur Kredit resiko Standart Chartered Bank-Indonesia, Tew Keam Ng.Ia menyampaikan hal itu disela-sela jumpa pers persiapan acara Jakarta Risk Management Convention, di Gedung A lt.2 Bank Indonesia, Jakarta, Senin(28/8/2006). Menurut Tew, perbankan Indonesia harus meningkatkan manajemen risikonya tidak hanya risiko non operasional namun juga risiko operasional seperti risiko legal, risiko kepatuhan, risiko cabang dan lain-lain. Risiko non operasional adalah seperti risiko bisnis, risiko kredit, country risk, risiko likuiditas. Dan untuk mewujudkan memanajemen resiko dengan baik, perbankan perlu memiliki suatu kebijakan dilanjutkan dengan proses dan dukungan teknologi yang memadai serta di gerakkan oleh sumber daya manusia yang handal. "Itu perlu policy, proses, dan teknologi plus SDM untuk dapat me-manage risiko baik operasional maupun non operasional dalam bisnis perbankan," jelas Tew. Ditambahkan, perbankan Indonesia memang cukup baik di dalam mengelola risiko kredit berdasarkan pengalaman krisis pada tahun 1998 lalu. Pengalaman itu membuat perbankan lebih hati-hati dalam memberikan kredit. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads