30 Debitor Bank Mandiri Berniat Lunasi Utang Rp 4-5 Triliun

30 Debitor Bank Mandiri Berniat Lunasi Utang Rp 4-5 Triliun

- detikFinance
Kamis, 31 Agu 2006 16:05 WIB
Jakarta - Bank Mandiri memperkirakan ada pelunasan sebesar Rp 4- 5 triliun dari 30 debitor besar yang bermasalah pada semester II-2006. Angka itu diperoleh berdasarkan komitmen para debitor bermasalah tersebut. "Kita hanya menyampaikan fakta bahwa ada beberapa debitor yang akan melunasi sebagian utangnya. Tapi bisa jadi faktanya berubah," kata Direktur Special Asset Management Bank Mandiri Riswinandi dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (31/8/2006).Debitor-debitor yang akan melunasi utang itu antara lain Domba Mas Grup sebesar Rp 2 triliun yang berjanji akan melakukan realisasi pelunasan utang di kuartal IV-2006. Argo Pantes yang memiliki total outstanding Rp 2,4 triliun, juga akan menyerahkan sebagian aset propertinya untuk melunasi sebagian utang serta melakukan restrukturisasi di akhir tahun. Debitor lain yang akan menyelesaikan kewajibannya adalah Pacific Andes yang akan melunasi sebagian dari utang yang total mencapai US$ 12,6 juta. Bank Mandiri telah menerapkan empat kriteria nasabah yaitu nasabah yang tidak beritikad baik, belum beritikad baik, mulai menunjukkan itikad baik dan yang sudah beritikad baik. Menurut Riswinandi, setelah penerapan empat kriteria itu, telah terjadi peningkatan jumlah nasabah yang masuk kriteria 'menunjukkan itikad baik' sejak Juli 2006. Hingga saat ini, jumlah nasabah yang 'belum beritikad baik' turun dari 70 persen menjadi 44 persen. Sementara nasabah yang 'mulai menunjukkan itikad baik' naik dari 18,5 persen menjadi 40,7 persen. Nasabah yang 'sudah menunjukkan itikad baik' stagnan di 7,1 persen. Per Juni 2006, total kredit macet di Bank Mandiri sebesar Rp 26,4 triliun, dengan 56 persen porsi kredit macet dimiliki 30 obligor besar. Riswinandi menegaskan, jika sampai akhir tahun para obligor jadi merealisasikan janjinya, hal tersebut juga akan mendorong kinerja Bank Mandiri. "Kalau utangnya diselesaikan, kita tidak akan terbebani provisi lagi. Biaya provisi akan berkurang dan itu akan berdampak pada kinerja," tegasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads