BI Rate Turun Jadi Pertanda Ekonomi RI Kian Sehat

BI Rate Turun Jadi Pertanda Ekonomi RI Kian Sehat

- detikFinance
Rabu, 06 Sep 2006 15:16 WIB
Jakarta - Penurunan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi salah satu pertanda kondisi makro ekonomi Indonesia sudah semakin sehat. Penurunan BI Rate juga akan mendorong semakin banyak investasi ke Indonesia. Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Andrew Steer dalam konferensi pers mengenai 'Doing Bussiness 2007' di kantor Bank Dunia, Gedung BEJ, Jakarta, Rabu (6/9/2006)."Saya sangat senang bahwa suku bunga bisa lebih rendah. Ini akan mendorong investasi. Ini akan membuat perusahaan lebih mudah baik besar maupun kecil untuk berinvestasi. Membuat petani lebih mudah untuk memperoleh kredit," ujar Steer.Penurunan BI Rate juga akan membuat perekonomian Indonesia lebih baik dari waktu ke waktu dengan tingkat inflasi yang terus turun. Investasi yang masuk ke Indonesia harus naik pada semester II ini. Dan menurut Steer, tanda-tanda kenaikan investasi itu sudah terlihat."Kami kira bukti-bukti yang menunjukkan investasi yang akan naik sudah ada. Tapi investasi pada kuartal pertama dan kedua memang sedikit mengecewakan. Ekspor sangat bagus, tapi investasi tidak. Peran investasi swasta untuk tahun 2007 sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi," urainya.Sementara Menkeu Sri Mulyani mengatakan, penurunan BI Rate sudah sesuai dengan harapan pemerintah. "Indikator perbaikan ekonomi tentu saja kita harapkan secara bertahap juga, stabilitas harga kemudian menurunkan biaya bisnis dan juga menciptakan kegiatan ekonomi untuk mengurangi pengangguran," ujarnya.Menurut Sri Mulyani, dampak penurunan BI Rate kepada sektor riil akan terjadi secara gradual. Ada kemungkinan BI Rate turun lagi? "Insya Allah, kalau inflasi kita sesuai dengan harapan BI mencapai 8 persen pada akhir tahun," tandasnya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads