86,5% Wilayah RI Terintegrasi dalam Sistem Kliring Nasional
Jumat, 15 Sep 2006 17:50 WIB
Jakarta - Sekitar 86,5 persen wilayah Indonesia kini sudah terintegrasi dalam Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Nilai transaksinya telah mencapai Rp 5,1 triliun per hari atau sekitar Rp 1.246 triliun per tahun.Wilayah paling buncit yang ikut dalam SKN adalah 4 Kantor Bank Indonesia (KBI), yaitu Makassar, Ambon, Manado, dan Jayapura. Peresmian dilakukan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Maulana Ibrahim."Implementasi SKN merupakan salah satu upaya Bank Indonesia dalam menciptakan sistem pembayaran yang cepat, aman, efisien, dan handal, mengingat sistem pembayaran sangat kritikal," ujar Maulana dalam pidatonya seperti dikutip dari situs BI, Jumat (15/9/2006).Dari total nilai kliring, saat ini sebanyak 92 persen telah terhubung dalam SKNBI. Direncanakan pada akhir 2007, seluruh wilayah Indonesia telah terhubung dalam satu wilayah kliring. Khusus untuk wilayah kliring Makassar, Manado, Jayapura dan Ambon, nilai transaksi yang diproses per hari mencapai Rp 147 miliar per hari atau Rp 36 triliun per tahun.Kerjasama BI-PT PosPada saat yang bersamaan, BI dan PT Pos Indonesia juga merealisasikan kerjasama pelayanan penukaran uang rupiah di daerah terpencil dan perbatasan. Wilayah yang tercakup dalam kerjasama ini meliputi Palu, Ambon dan Jayapura. Sebelumnya, kerjasama telah dilaksanakan di Pontianak, Kupang dan Samarinda, Kendari, Ternate dan Manado.Dengan kerjasama tersebut, masyarakat di 6 wilayah yang mencakup 6 propinsi dan 22 kabupaten dapat menikmati layanan penukaran di 58 kantor pos yang ada di daerah tersebut. Hingga saat ini, realisasi kerjasama penukaran di Pontianak dalam jangka waktu 2 bulan mencapai Rp 520 juta, sedangkan di Kupang Rp 400 juta dalam 1 bulan.
(qom/qom)











































