Dana BPD di SBI No 2 Terbesar Setelah Bank Swasta
Selasa, 19 Sep 2006 17:01 WIB
Jakarta - Penempatan dana Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Sertifikat Bank Indoensia (SBI) ternyata berada di urutan kedua terbesar setelah bank swasta.Sejak akhir tahun 2005, kepemilikan SBI oleh BPD cenderung naik seiring peningkatan rekening pemerintah daerah (pemda) di BPD yang mencapai Rp 40 triliun pada Juli 2006."Dengan demikian BPD menjadi pemilik terbesar kedua setelah swasta," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Siti Fadjrijah, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR yang membahas penempatan dana BPD di SBI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/9/2006).Fadjrijah menerangkan, dari sisi bisnis perbankan, penempatan dana SBI merupakan tindakan bisnis yang efektif dan aman bagi BPD.Hal ini karena dana pemerintah yang ditaruh di BPD, bersifat sementara dan volatil yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk pembiayaan pembangunan pemerintah."Penempatan pada SBI adalah penempatan dana dengan risiko yang paling rendah," jelas Fadjrijah.Menurut Fadjrijah, ketika suku bunga SBI belum begitu menarik BPD kebanyakan menempatkan dananya pada intercall bank money.Penempatan dana di intercall bank money terlihat dengan banyaknya BPD yang membuka cabang di Jakarta, terutama untuk mengelola ekses likuiditas di pasar uang Jakarta.Namun kini ketika suku bunga SBI sebesar 11,25 persen, BPD menilai cukup menarik untuk menaruh dananya di sana."BPD kan harus memberikan jasa giro kepada pemda, jadi kalau uangnya didiamkan saja, BPD tidak bisa bayar jasa giro tersebut," ungkap Fadjrijah.
(ir/sss)










































